Langsung ke konten utama

Tips Menentukan Tujuan Penelitian yang Tepat dan Mudah Dipahami

 

Tips Menentukan Tujuan Penelitian: Panduan Praktis agar Penelitian Lebih Terarah

Menentukan tujuan penelitian merupakan salah satu tahap penting dalam penyusunan skripsi, tesis, disertasi, maupun artikel ilmiah. Tujuan penelitian berfungsi sebagai arah utama yang menjelaskan apa yang ingin dicapai melalui proses penelitian.

Kesalahan dalam merumuskan tujuan dapat membuat penelitian menjadi terlalu luas, tidak fokus, bahkan tidak selaras dengan rumusan masalah dan metode yang digunakan. Sebaliknya, tujuan yang jelas akan membantu peneliti menentukan variabel, populasi, teknik pengumpulan data, hingga metode analisis yang tepat.

Artikel ini membahas tips menentukan tujuan penelitian agar lebih spesifik, logis, terukur, dan sesuai dengan rumusan masalah.



Apa Itu Tujuan Penelitian?

Tujuan penelitian adalah pernyataan yang menjelaskan hasil atau pengetahuan apa yang ingin diperoleh dari suatu penelitian.

Secara sederhana, tujuan penelitian menjawab pertanyaan:

“Apa yang ingin diketahui, dianalisis, diuji, dibandingkan, atau dikembangkan melalui penelitian ini?”

Creswell dan Creswell (2018) menjelaskan bahwa tujuan penelitian harus memberikan arah yang jelas terhadap proses penelitian dan selaras dengan pertanyaan penelitian atau hipotesis.

Tujuan penelitian tidak sama dengan manfaat penelitian.

Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai oleh penelitian.

Sementara itu, manfaat penelitian menjelaskan kegunaan hasil penelitian bagi pihak tertentu.

Contoh:

Tujuan penelitian:
Menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.

Manfaat penelitian:
Memberikan informasi kepada perusahaan mengenai pentingnya kualitas pelayanan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.

Mengapa Tujuan Penelitian Penting?

Tujuan penelitian berfungsi sebagai dasar untuk menentukan keseluruhan arah penelitian.

Tujuan yang tepat membantu peneliti:

  • menentukan variabel penelitian;
  • memilih desain penelitian;
  • menentukan populasi dan sampel;
  • menyusun instrumen;
  • memilih metode analisis;
  • menjaga pembahasan tetap fokus;
  • menyusun kesimpulan yang sesuai.

Saunders et al. (2019) menekankan bahwa tujuan penelitian harus memiliki hubungan yang jelas dengan pertanyaan penelitian dan desain metodologis yang dipilih.

Dengan kata lain, tujuan penelitian bukan sekadar formalitas dalam Bab I, tetapi menjadi dasar dari keseluruhan proses penelitian.

1. Mulai dari Masalah Penelitian

Tujuan penelitian harus berasal dari masalah yang nyata dan jelas.

Jangan menentukan tujuan terlebih dahulu tanpa mengetahui masalah yang ingin diselesaikan.

Contohnya, terdapat kondisi:

Tingkat kepuasan pelanggan menurun dalam enam bulan terakhir.

Dari masalah tersebut, peneliti dapat mulai mempertanyakan faktor yang mungkin memengaruhinya.

Misalnya:

Apakah kualitas pelayanan memengaruhi kepuasan pelanggan?

Dari pertanyaan tersebut, tujuan dapat dirumuskan menjadi:

Menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.

Alur yang baik adalah:

Masalah → Rumusan Masalah → Tujuan Penelitian

2. Pastikan Selaras dengan Rumusan Masalah

Salah satu prinsip paling penting adalah:

setiap rumusan masalah harus memiliki tujuan penelitian yang sesuai.

Contoh:

Rumusan masalah:

Apakah terdapat pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan investasi mahasiswa?

Tujuan:

Menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan investasi mahasiswa.

Jika terdapat tiga rumusan masalah, umumnya terdapat tiga tujuan khusus yang sesuai.

Konsistensi ini penting karena reviewer, dosen pembimbing, atau penguji biasanya akan memeriksa hubungan antara:

rumusan masalah → tujuan → metode → hasil → kesimpulan.

3. Gunakan Kata Kerja yang Operasional

Tujuan penelitian sebaiknya menggunakan kata kerja yang jelas dan menunjukkan aktivitas ilmiah.

Beberapa kata kerja yang dapat digunakan antara lain:

  • mengetahui;
  • mengidentifikasi;
  • mendeskripsikan;
  • menganalisis;
  • menguji;
  • membandingkan;
  • mengevaluasi;
  • menentukan;
  • mengembangkan;
  • mengeksplorasi.

Namun, pilihan kata harus sesuai dengan pendekatan penelitian.

Contoh:

Deskriptif:

Mendeskripsikan tingkat kepuasan pelanggan.

Korelasional:

Menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan prestasi akademik.

Eksplanatori:

Menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan.

Komparatif:

Membandingkan tingkat kepuasan antara pelanggan online dan offline.

Kualitatif:

Mengeksplorasi pengalaman mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran daring.

4. Hindari Tujuan yang Terlalu Umum

Tujuan yang terlalu luas akan membuat penelitian sulit dikendalikan.

Contoh kurang baik:

Mengetahui perilaku konsumen.

Tujuan tersebut terlalu luas.

Lebih baik:

Menganalisis pengaruh promosi digital terhadap keputusan pembelian konsumen pada marketplace X.

Versi kedua lebih jelas karena menyebutkan:

  • variabel;
  • hubungan;
  • subjek;
  • konteks penelitian.

5. Tentukan Variabel secara Jelas

Untuk penelitian kuantitatif, tujuan harus menunjukkan variabel utama yang diteliti.

Misalnya:

Menganalisis pengaruh harga terhadap keputusan pembelian.

Di sini terdapat:

Variabel independen: harga
Variabel dependen: keputusan pembelian

Jika terdapat mediator:

Menganalisis pengaruh digital marketing terhadap purchase intention melalui brand awareness.

Tujuan tersebut langsung menunjukkan struktur model penelitian.

6. Sesuaikan dengan Jenis Penelitian

Tujuan penelitian harus sesuai dengan desain penelitian.

Penelitian Deskriptif

Tujuannya biasanya menggambarkan suatu fenomena.

Contoh:

Mendeskripsikan tingkat literasi digital mahasiswa.

Penelitian Korelasional

Tujuannya menguji hubungan.

Contoh:

Menganalisis hubungan antara self-efficacy dan prestasi belajar.

Penelitian Kausal atau Eksplanatori

Tujuannya menguji pengaruh.

Contoh:

Menganalisis pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan.

Penelitian Komparatif

Tujuannya membandingkan kelompok.

Contoh:

Membandingkan tingkat stres akademik antara mahasiswa semester awal dan semester akhir.

Penelitian Kualitatif

Tujuan umumnya mengeksplorasi atau memahami pengalaman.

Contoh:

Mengeksplorasi pengalaman ibu bekerja dalam menjalankan peran ganda.

Creswell dan Creswell (2018) menekankan bahwa tujuan harus disesuaikan dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau campuran.

7. Bedakan Tujuan Umum dan Tujuan Khusus

Dalam beberapa pedoman skripsi, tujuan penelitian dibagi menjadi:

tujuan umum dan tujuan khusus.

Tujuan Umum

Menjelaskan sasaran utama penelitian secara keseluruhan.

Contoh:

Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan pada layanan digital.

Tujuan Khusus

Menjelaskan sasaran yang lebih rinci.

Contoh:

  1. Menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan.
  2. Menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan terhadap kepuasan pelanggan.
  3. Menganalisis pengaruh kepercayaan terhadap kepuasan pelanggan.

Jika kampus tidak mewajibkan pembagian ini, tujuan dapat langsung ditulis per poin sesuai rumusan masalah.

8. Gunakan Prinsip SMART

Tujuan penelitian dapat diperiksa menggunakan prinsip SMART.

SMART terdiri atas:

Specific — spesifik
Measurable — dapat diukur atau dievaluasi
Achievable — realistis
Relevant — relevan dengan masalah
Time-bound — sesuai batas waktu penelitian

Contoh kurang SMART:

Mengetahui semua faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan.

Contoh lebih realistis:

Menganalisis pengaruh kompetensi guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA X tahun ajaran 2026/2027.

Tujuan kedua lebih spesifik dan realistis.

9. Jangan Menentukan Terlalu Banyak Tujuan

Semakin banyak tujuan, semakin kompleks penelitian.

Peneliti pemula sering membuat terlalu banyak tujuan karena ingin membahas banyak hal sekaligus.

Misalnya:

  • menguji 10 variabel;
  • membandingkan 5 kelompok;
  • menguji mediator;
  • menguji moderator;
  • menambahkan analisis kualitatif.

Hal ini dapat membuat penelitian terlalu berat.

Pilih tujuan yang benar-benar penting dan sesuai dengan waktu, data, serta kemampuan analisis.

10. Pastikan Tujuan Bisa Dijawab oleh Data

Tujuan penelitian harus dapat dijawab menggunakan data yang dikumpulkan.

Contohnya:

Tujuan:

Mengetahui perubahan motivasi siswa selama tiga tahun.

Namun, penelitian hanya mengumpulkan data satu kali.

Tujuan tersebut tidak sesuai karena membutuhkan data longitudinal.

Tujuan harus realistis terhadap desain penelitian.

11. Sesuaikan dengan Teknik Analisis

Tujuan juga menentukan teknik analisis.

Contoh:

Tujuan: Mendeskripsikan tingkat kepuasan
→ statistik deskriptif

Tujuan: Membandingkan tiga kelompok
→ ANOVA

Tujuan: Menguji hubungan
→ korelasi

Tujuan: Menguji pengaruh
→ regresi atau SEM

Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman
→ analisis kualitatif

Karena itu, tujuan dan analisis harus dirancang secara bersamaan.

12. Pastikan Tidak Mengandung Jawaban

Tujuan sebaiknya tidak menyimpulkan hasil sebelum penelitian dilakukan.

Contoh kurang tepat:

Membuktikan bahwa digital marketing meningkatkan keputusan pembelian.

Kalimat ini sudah mengasumsikan hasil.

Lebih baik:

Menganalisis pengaruh digital marketing terhadap keputusan pembelian.

Penelitian seharusnya terbuka terhadap berbagai kemungkinan hasil.

13. Hindari Kata “Membuktikan” jika Tidak Diperlukan

Dalam penelitian sosial dan perilaku, kata membuktikan sering terlalu kuat.

Lebih aman menggunakan:

  • menguji;
  • menganalisis;
  • mengevaluasi.

Contoh:

Kurang tepat:

Membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional meningkatkan kinerja.

Lebih baik:

Menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja.

14. Perhatikan Populasi dan Konteks

Tujuan yang baik sebaiknya menjelaskan konteks penelitian jika memang relevan.

Contoh:

Menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan.

Sudah benar, tetapi masih umum.

Lebih spesifik:

Menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan pada pengguna aplikasi perbankan digital di Kota X.

Versi kedua lebih mudah dipahami.

15. Jangan Menyalin Tujuan dari Penelitian Lain

Tujuan penelitian harus berasal dari masalah, gap, dan konteks penelitian sendiri.

Mengambil tujuan dari artikel lain tanpa penyesuaian dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara:

  • masalah;
  • variabel;
  • populasi;
  • metode.

Gunakan penelitian terdahulu sebagai referensi, bukan sebagai template yang disalin mentah.

Contoh Tujuan Penelitian Kuantitatif

Judul:

Pengaruh Digital Marketing dan Brand Awareness terhadap Purchase Intention

Tujuan penelitian:

  1. Menganalisis pengaruh digital marketing terhadap purchase intention.
  2. Menganalisis pengaruh brand awareness terhadap purchase intention.
  3. Menganalisis pengaruh digital marketing terhadap brand awareness.

Jika terdapat mediasi:

  1. Menganalisis peran brand awareness dalam memediasi pengaruh digital marketing terhadap purchase intention.

Contoh Tujuan Penelitian Kualitatif

Judul:

Pengalaman Mahasiswa dalam Menggunakan Artificial Intelligence untuk Menulis Akademik

Tujuan:

Mengeksplorasi pengalaman mahasiswa dalam menggunakan artificial intelligence dalam proses penulisan akademik.

Tujuan dapat dikembangkan:

  1. Mengidentifikasi alasan mahasiswa menggunakan AI.
  2. Mengeksplorasi manfaat yang dirasakan mahasiswa.
  3. Mengidentifikasi kendala dan pertimbangan etika dalam penggunaan AI.

Contoh Tujuan Penelitian Komparatif

Judul:

Perbedaan Stres Akademik antara Mahasiswa yang Bekerja dan Tidak Bekerja

Tujuan:

Menganalisis perbedaan tingkat stres akademik antara mahasiswa yang bekerja dan mahasiswa yang tidak bekerja.

Tujuan tersebut sederhana, spesifik, dan langsung menunjukkan analisis komparatif.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Tujuan Penelitian

Beberapa kesalahan yang umum ditemukan antara lain:

  1. Tujuan tidak sesuai dengan rumusan masalah.
  2. Tujuan terlalu luas.
  3. Variabel tidak jelas.
  4. Menggunakan kata kerja yang tidak sesuai.
  5. Terlalu banyak tujuan.
  6. Tujuan tidak dapat dijawab dengan data.
  7. Tujuan tidak sesuai metode.
  8. Tujuan sudah mengandung kesimpulan.
  9. Menggunakan kata “membuktikan” secara berlebihan.
  10. Menyalin tujuan dari penelitian lain.

Checklist Menentukan Tujuan Penelitian

Sebelum menetapkan tujuan, tanyakan:

  • Apakah tujuan berasal dari masalah penelitian?
  • Apakah sesuai dengan rumusan masalah?
  • Apakah variabel atau fenomena sudah jelas?
  • Apakah tujuan cukup spesifik?
  • Apakah dapat dijawab dengan data?
  • Apakah sesuai dengan desain penelitian?
  • Apakah metode analisis dapat menjawabnya?
  • Apakah jumlah tujuan realistis?
  • Apakah tidak mengandung kesimpulan?
  • Apakah selaras dengan judul penelitian?

Jika jawabannya sebagian besar ya, maka tujuan penelitian sudah berada pada arah yang tepat.

Kesimpulan

Menentukan tujuan penelitian merupakan langkah penting yang menentukan arah keseluruhan penelitian.

Tujuan penelitian harus berasal dari masalah dan rumusan masalah, menggunakan kata kerja operasional, spesifik, realistis, serta sesuai dengan metode dan data yang tersedia.

Peneliti juga perlu memastikan bahwa setiap tujuan dapat dijawab melalui analisis yang direncanakan.

Prinsip paling sederhana adalah:

Rumusan masalah bertanya, tujuan penelitian menjelaskan apa yang akan dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Semakin jelas tujuan penelitian, semakin mudah pula peneliti menyusun metode, menganalisis data, membahas hasil, dan membuat kesimpulan.

Karena itu, jangan terburu-buru menetapkan tujuan. Pastikan setiap tujuan benar-benar relevan dengan masalah penelitian dan dapat dicapai melalui desain penelitian yang dipilih.

Daftar Pustaka

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Saunders, M., Lewis, P., & Thornhill, A. (2019). Research methods for business students (8th ed.). Pearson.


Keyword pendukung: cara membuat tujuan penelitian, contoh tujuan penelitian, tujuan penelitian skripsi, tujuan umum dan khusus, rumusan tujuan penelitian, penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, metode penelitian.

Komentar

WA ME

WA Chat via WhatsApp

Live Chat

Postingan populer dari blog ini

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis Pendahuluan Publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi merupakan kebutuhan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Salah satu jalur yang paling sering dipilih adalah jurnal yang terindeks di SINTA (Science and Technology Index), yang memberikan peringkat dari SINTA 1 hingga SINTA 6. SINTA 4 berada di level menengah, yang berarti kualitasnya telah diakui secara nasional tetapi belum sampai kategori tertinggi. Masalah yang sering dihadapi penulis adalah biaya publikasi. Tidak sedikit jurnal mengenakan APC (Article Processing Charge) atau biaya pemrosesan artikel. Padahal banyak penulis—khususnya mahasiswa atau peneliti muda—membutuhkan jurnal yang gratis atau tanpa biaya publikasi. Artikel ini menyajikan 10 daftar jurnal SINTA 4 gratis (atau setidaknya open access tanpa APC signifikan), disertai scope, informasi penerbit, dan cara verifikasi. 1. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia (NJPI) Penerbit: Lembaga Sosial Rumah Indonesia beker...

Jurnal Sinta 5 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Pendahuluan Publikasi ilmiah adalah kewajiban bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di Indonesia. Sejak diberlakukannya aturan akreditasi nasional melalui Science and Technology Index (Sinta) oleh Kemdikbudristek, jurnal dibagi dalam enam peringkat: Sinta 1 (paling tinggi) hingga Sinta 6 (paling rendah). Jurnal Sinta 5 menempati posisi menengah-bawah dalam sistem akreditasi, namun tetap terindeks resmi dan diakui untuk keperluan akademik. Publikasi di jurnal Sinta 5 sering menjadi pilihan mahasiswa S1, S2, atau peneliti pemula yang baru memulai karier akademik. Salah satu keuntungan adalah adanya banyak jurnal Sinta 5 gratis yang tidak membebankan biaya publikasi atau article processing charge (APC). Dengan demikian, peneliti bisa menulis, mengirim, dan menerbitkan artikel ilmiah tanpa khawatir soal biaya. Pengertian Jurnal Sinta 5 Gratis Jurnal Sinta 5: Jurnal nasional terakreditasi pada level menengah-bawah yang menunjukkan standar mutu cukup baik, konsistensi terbit, serta sistem edit...

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi Pendahuluan Publikasi ilmiah merupakan syarat penting bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Kenaikan jabatan akademik, kelulusan pascasarjana, hingga pengakuan penelitian seringkali bergantung pada publikasi di jurnal terakreditasi nasional. Untuk itu, pemerintah melalui Kemdikbudristek menyediakan Sinta (Science and Technology Index) sebagai sistem pemeringkatan jurnal. Jurnal terakreditasi diberi peringkat dari Sinta 1 (tertinggi) hingga Sinta 6 (terendah). Walau Sinta 1 dan 2 dianggap lebih prestisius, publikasi di Sinta 3 tetap bernilai tinggi dan sah digunakan untuk penilaian akademik. Menariknya, ada sejumlah jurnal Sinta 3 gratis yang tidak mengenakan biaya publikasi atau article processing charge (APC), sehingga menjadi solusi bagi penulis yang memiliki keterbatasan dana. Pengertian Jurnal Sinta 3 Gratis Jurnal Sinta 3 adalah jurnal nasional yang terakreditasi dengan kualitas menengah ke...

Membuat Grafik di SPSS — Panduan Lengkap

  Pendahuluan Grafik adalah alat visual yang sangat berguna untuk menyajikan data secara cepat dan jelas. Dalam konteks penelitian, pengajaran, atau pelaporan, grafik membantu pembaca memahami pola, distribusi, dan hubungan antarvariabel tanpa harus membaca tabel angka panjang. SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menyediakan berbagai jenis grafik yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan analisis kuantitatif. Artikel ini memberikan panduan langkah demi langkah untuk membuat, memformat, dan mengekspor grafik di SPSS, disertai tips praktis untuk menghasilkan visual yang informatif dan profesional. Mengapa Memilih Grafik di SPSS? SPSS memudahkan pembuatan grafik bagi peneliti yang bekerja dengan dataset besar. Keunggulannya meliputi: Antarmuka grafis yang intuitif (menu Chart Builder dan Legacy Dialogs). Kemampuan untuk menggabungkan statistik ringkasan langsung dalam grafik (misalnya mean, error bars). Opsi kustomisasi yang cukup untuk kebutuhan akademik dan presentasi. I...

Analisis Moderasi di SmartPLS: Panduan Akademik Lengkap untuk Penelitian Kuantitatif

  Pendahuluan Dalam penelitian kuantitatif, hubungan antara variabel tidak selalu bersifat sederhana dan langsung. Pada banyak kasus, kekuatan atau arah hubungan antara variabel independen dan dependen dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang dikenal sebagai variabel moderator . Analisis yang melibatkan variabel moderator menjadi penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan realistis terhadap fenomena yang diteliti. Seiring berkembangnya metode analisis data, pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) semakin banyak digunakan, terutama dalam penelitian sosial, manajemen, pendidikan, dan bisnis. SmartPLS sebagai salah satu perangkat lunak PLS-SEM menyediakan fitur analisis moderasi yang relatif mudah digunakan, namun tetap memerlukan pemahaman konseptual yang kuat. Permasalahan umum yang sering dihadapi mahasiswa dan peneliti pemula adalah kebingungan dalam menentukan jenis moderasi, kesalahan dalam membangun model interaksi, serta ket...