Apa Itu Index Copernicus? Pengertian, ICV, Cara Kerja, dan Fungsinya bagi Jurnal Ilmiah
Dalam dunia publikasi ilmiah, peneliti dan pengelola jurnal sering menemukan berbagai database indeksasi seperti Scopus, Web of Science, DOAJ, SINTA, dan Index Copernicus. Masing-masing memiliki sistem, tujuan, dan indikator yang berbeda.
Index Copernicus cukup sering ditemukan pada website jurnal internasional maupun nasional, terutama dalam bentuk keterangan Index Copernicus Value (ICV). Namun, masih banyak penulis yang belum memahami apa sebenarnya Index Copernicus, bagaimana jurnal dinilai, dan apakah keberadaannya sama dengan Scopus atau Web of Science.
Artikel ini membahas secara lengkap mengenai apa itu Index Copernicus, ICI Journals Master List, Index Copernicus Value, proses evaluasi, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menjadikan indeks ini sebagai pertimbangan memilih jurnal.
Apa Itu Index Copernicus?
Index Copernicus International (ICI) adalah sebuah platform yang menyediakan sistem informasi dan evaluasi untuk jurnal ilmiah. Salah satu layanan utamanya adalah ICI Journals Master List, yaitu database jurnal ilmiah yang melalui proses evaluasi parametrik secara tahunan.
Menurut informasi resmi Index Copernicus, jurnal yang berhasil melewati proses evaluasi ICI Journals Master List akan memperoleh Index Copernicus Value (ICV) yang berlaku untuk satu tahun evaluasi. Penilaian saat ini didasarkan pada sejumlah kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas pengelolaan dan dampak jurnal. indexcopernicus.com
Secara sederhana, Index Copernicus dapat dipahami sebagai sistem yang membantu mengevaluasi bagaimana sebuah jurnal ilmiah dikelola berdasarkan standar tertentu.
Apa Itu ICI Journals Master List?
ICI Journals Master List merupakan bagian penting dari Index Copernicus.
Database ini berisi jurnal yang telah mengikuti proses evaluasi dan memenuhi syarat indeksasi untuk tahun tertentu.
Index Copernicus menjelaskan bahwa proses evaluasi dilakukan setiap tahun. Jurnal harus mengirimkan survei evaluasi dan data yang diberikan akan diverifikasi sebelum keputusan indeksasi diberikan. indexcopernicus.com
Artinya, status jurnal dalam ICI Journals Master List bersifat terkait dengan periode evaluasi tertentu.
Jurnal yang lolos evaluasi mendapatkan nilai:
Index Copernicus Value atau ICV.
Index Copernicus World of Journals dan Master List Tidak Sama
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah perbedaan antara ICI World of Journals dan ICI Journals Master List.
ICI World of Journals merupakan database global tempat jurnal dapat mendaftarkan informasi atau profil jurnalnya.
Namun, Index Copernicus secara eksplisit menjelaskan bahwa pendaftaran jurnal di ICI World of Journals tidak berarti jurnal tersebut otomatis terindeks dalam ICI Journals Master List. indexcopernicus.com
Dengan demikian:
Terdaftar di ICI World of Journals ≠ Terindeks di ICI Journals Master List.
Ini penting ketika peneliti mengecek klaim indeksasi sebuah jurnal.
Apa Itu Index Copernicus Value?
Index Copernicus Value (ICV) adalah indikator yang dihasilkan dari evaluasi parametrik jurnal pada ICI Journals Master List.
Menurut metodologi Index Copernicus, ICV dihitung berdasarkan dua komponen utama:
- Quality of the Journal
- Journal's Impact
Komponen kualitas jurnal menilai berbagai aspek pengelolaan jurnal, seperti standar editorial, stabilitas penerbitan, digitalisasi, dan internasionalisasi.
Sementara itu, komponen dampak jurnal diberikan kepada jurnal yang juga terindeks dalam Web of Science dan/atau Scopus dan mempertimbangkan indikator sitasi tertentu. indexcopernicus.com
Dengan demikian, ICV tidak sama dengan Impact Factor.
Apakah ICV Sama dengan Impact Factor?
Tidak.
Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang cukup sering terjadi.
Impact Factor merupakan indikator jurnal dalam Journal Citation Reports yang dikelola Clarivate dan berfokus pada pola sitasi.
Sedangkan ICV merupakan indikator parametrik yang digunakan Index Copernicus untuk menilai jurnal berdasarkan kombinasi sejumlah kriteria pengelolaan dan, pada jurnal tertentu, unsur dampak.
Index Copernicus sendiri menyatakan bahwa ICV bukan indeks sitasi jurnal. Nilainya dihitung berdasarkan data evaluasi yang disampaikan oleh editorial office serta data yang dikumpulkan pada platform Index Copernicus. indexcopernicus.com
Jadi, tidak tepat menulis:
“Jurnal ini memiliki Impact Factor ICV sebesar ...”
Yang lebih tepat adalah:
“Jurnal ini memiliki Index Copernicus Value (ICV) sebesar ...”
Apa yang Dinilai dalam Index Copernicus?
Metodologi ICI Journals Master List saat ini menggunakan 41 kriteria parametrik. Kriteria tersebut diarahkan untuk menilai sejauh mana jurnal memenuhi karakteristik jurnal ilmiah yang dikelola dengan baik. indexcopernicus.com
Beberapa area pentingnya antara lain:
1. Standar Editorial
Penilaian dapat memperhatikan aspek seperti:
- prosedur peer review;
- transparansi kebijakan editorial;
- etika publikasi;
- struktur artikel;
- informasi reviewer;
- metadata artikel.
Standar editorial penting untuk memastikan proses penerbitan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Stabilitas
Jurnal juga dievaluasi dari keteraturan dan kontinuitas publikasi.
Misalnya:
- apakah terbit sesuai jadwal;
- apakah frekuensi penerbitan konsisten;
- apakah jumlah artikel mencukupi.
Jurnal yang tidak stabil dapat menghadapi masalah dalam proses evaluasi.
3. Digitalisasi
Digitalisasi berkaitan dengan bagaimana jurnal menggunakan teknologi untuk pengelolaan dan penyebaran publikasi.
Contohnya:
- penggunaan DOI;
- sistem penerbitan elektronik;
- metadata digital;
- statistik penggunaan artikel.
4. Internasionalisasi
Internasionalisasi dapat berkaitan dengan keterlibatan akademisi dari berbagai negara, penggunaan bahasa internasional, serta jangkauan jurnal.
5. Dampak Jurnal
Untuk jurnal tertentu, penilaian juga mempertimbangkan indikator pengaruh atau sitasi jika jurnal tersebut telah terindeks Scopus atau Web of Science. indexcopernicus.com
Bagaimana Proses Evaluasi Index Copernicus?
Secara umum, prosesnya dimulai ketika pengelola jurnal mendaftarkan jurnal dan mengirimkan survei evaluasi.
Setelah itu, data akan diverifikasi.
Index Copernicus menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan melalui beberapa tahap, termasuk pemeriksaan sistematis dan verifikasi manual terhadap informasi yang diberikan editorial office. indexcopernicus.com
Beberapa hal yang dapat diperiksa antara lain:
- DOI;
- sistem penerbitan elektronik;
- statistik unduhan;
- indeksasi di database lain;
- model publikasi;
- konsistensi informasi jurnal.
Jika informasi yang diberikan tidak benar atau tidak dapat diverifikasi, jurnal dapat ditolak dari proses indeksasi pada tahun tersebut. indexcopernicus.com
Apakah Pendaftaran ke ICI Journals Master List Berbayar?
Menurut Index Copernicus, proses pengajuan standar untuk evaluasi dan indeksasi pada ICI Journals Master List dilakukan tanpa biaya. indexcopernicus.com
Namun, Index Copernicus juga menyediakan layanan tambahan berbayar, seperti penggunaan logo atau sertifikat tertentu.
Karena itu, perlu dibedakan antara:
biaya indeksasi standar
dan
layanan tambahan komersial.
Apakah Index Copernicus Memeriksa Jurnal Predator?
Index Copernicus menyatakan bahwa sejak 2017 mereka memasukkan kebijakan untuk mengidentifikasi praktik jurnal predator ke dalam prosedur evaluasinya.
Proses tersebut dapat mencakup pemeriksaan transparansi editorial, layanan editorial, informasi yang diberikan jurnal, serta indikasi praktik yang tidak etis. indexcopernicus.com
Jika ditemukan informasi palsu atau layanan editorial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, jurnal dapat tidak diindeks pada periode tertentu.
Namun, peneliti tetap perlu melakukan verifikasi sendiri dan tidak hanya bergantung pada satu database ketika mengevaluasi kredibilitas jurnal.
Apakah Index Copernicus Sama dengan Scopus?
Tidak.
Scopus merupakan database abstrak dan sitasi global yang dikelola Elsevier.
Sedangkan Index Copernicus memiliki sistem dan metode evaluasi sendiri melalui ICI Journals Master List.
Keduanya tidak dapat disamakan.
Jurnal yang terindeks Index Copernicus belum tentu terindeks Scopus.
Sebaliknya, jurnal yang terindeks Scopus dapat juga terdaftar atau dievaluasi di Index Copernicus.
Karena itu, jika jurnal mengklaim:
“Indexed by Index Copernicus”
klaim tersebut tidak boleh ditafsirkan sebagai:
“Indexed by Scopus.”
Apakah Index Copernicus Sama dengan Web of Science?
Juga tidak.
Web of Science merupakan platform indeksasi dan sitasi yang dikelola Clarivate.
Index Copernicus memiliki sistem evaluasi tersendiri.
Dengan demikian:
Index Copernicus ≠ Scopus ≠ Web of Science.
Setiap database memiliki kriteria, cakupan, dan fungsi yang berbeda.
Bagaimana Cara Mengecek Jurnal di Index Copernicus?
Peneliti sebaiknya tidak hanya percaya pada logo Index Copernicus yang ditampilkan di website jurnal.
Langkah yang lebih aman adalah:
- Cari nama jurnal pada database resmi Index Copernicus.
- Periksa ISSN.
- Pastikan nama penerbit sesuai.
- Periksa apakah jurnal hanya memiliki Passport di World of Journals atau benar-benar masuk ICI Journals Master List.
- Periksa tahun evaluasinya.
- Lihat nilai ICV jika tersedia.
Pengecekan berdasarkan ISSN penting karena nama jurnal dapat sangat mirip.
Mengapa Tahun ICV Penting?
ICV ditentukan berdasarkan evaluasi tahunan.
Index Copernicus menjelaskan bahwa setiap tahun indikator baru ditentukan berdasarkan aktivitas jurnal pada periode sebelumnya. indexcopernicus.com
Karena itu, klaim:
ICV 2022 = 90
tidak otomatis berarti jurnal memiliki status dan nilai yang sama pada 2026.
Peneliti sebaiknya memeriksa informasi terbaru.
Apa Manfaat Index Copernicus bagi Pengelola Jurnal?
Bagi pengelola jurnal, proses evaluasi dapat digunakan sebagai alat untuk menilai kualitas tata kelola penerbitan.
Beberapa manfaatnya dapat berupa:
- evaluasi standar editorial;
- identifikasi kekurangan pengelolaan;
- peningkatan transparansi;
- peningkatan kualitas metadata;
- pengembangan internasionalisasi;
- perbaikan sistem digital.
Index Copernicus juga menyediakan laporan evaluasi yang menunjukkan sejauh mana kriteria tertentu dipenuhi oleh jurnal. indexcopernicus.com
Apa Manfaatnya bagi Penulis?
Bagi penulis, Index Copernicus dapat menjadi salah satu sumber tambahan untuk mengetahui profil sebuah jurnal.
Namun, sebelum memilih jurnal, jangan hanya melihat apakah jurnal tercantum di Index Copernicus.
Periksa juga:
- scope;
- editorial board;
- peer-review policy;
- publication ethics;
- DOI;
- penerbit;
- indeksasi;
- biaya publikasi;
- artikel yang sudah diterbitkan;
- transparansi website.
Jika target penelitian adalah publikasi untuk keperluan tertentu, misalnya syarat akademik atau kenaikan jabatan, pastikan pula indeksasi tersebut memang diakui oleh institusi atau regulasi yang berlaku.
Apakah Nilai ICV Tinggi Berarti Jurnal Pasti Lebih Baik?
Tidak sesederhana itu.
Nilai ICV memberikan informasi berdasarkan sistem penilaian Index Copernicus, tetapi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator kualitas jurnal.
Peneliti tetap perlu mempertimbangkan:
- kualitas artikel;
- relevansi jurnal;
- kualitas peer review;
- reputasi penerbit;
- transparansi editorial;
- indeksasi lain;
- dampak sitasi.
Jangan membandingkan ICV secara langsung dengan Impact Factor atau CiteScore karena metodologinya berbeda.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang sering ditemukan antara lain:
- Menganggap Index Copernicus sama dengan Scopus.
- Menganggap ICV sebagai Impact Factor.
- Mengira semua jurnal di World of Journals telah terindeks di Journals Master List.
- Hanya melihat logo di website jurnal.
- Tidak memeriksa tahun ICV.
- Menganggap ICV tinggi otomatis menjamin kualitas semua artikel.
- Tidak mengecek ISSN jurnal.
- Menggunakan Index Copernicus sebagai satu-satunya indikator kredibilitas jurnal.
Checklist Memeriksa Jurnal Index Copernicus
Sebelum submit artikel, periksa:
- nama jurnal;
- ISSN;
- penerbit;
- status pada ICI Journals Master List;
- tahun indeksasi;
- nilai ICV;
- website jurnal;
- kebijakan peer review;
- etika publikasi;
- indeksasi lain yang diklaim.
Dengan pengecekan ini, penulis dapat mengurangi risiko salah memilih jurnal.
Kesimpulan
Index Copernicus merupakan platform yang menyediakan informasi dan evaluasi jurnal ilmiah melalui beberapa layanan, termasuk ICI World of Journals dan ICI Journals Master List.
Jurnal yang berhasil melalui evaluasi ICI Journals Master List dapat memperoleh Index Copernicus Value (ICV) untuk periode evaluasi tertentu. Penilaian saat ini menggunakan 41 kriteria yang mencakup kualitas pengelolaan jurnal dan, untuk jurnal tertentu, unsur dampak ilmiah. indexcopernicus.com
Namun, Index Copernicus tidak sama dengan Scopus maupun Web of Science, dan ICV juga tidak sama dengan Impact Factor.
Karena itu, peneliti sebaiknya menggunakan Index Copernicus sebagai salah satu sumber informasi, bukan satu-satunya dasar untuk menentukan kualitas jurnal.
Sebelum submit, selalu periksa status jurnal pada sumber resmi, kecocokan scope, kualitas peer review, transparansi editorial, serta pengakuan indeksasi sesuai kebutuhan akademik.
Daftar Pustaka
Index Copernicus International. (n.d.). ICI Journals Master List. Index Copernicus International.
Index Copernicus International. (n.d.). ICI World of Journals. Index Copernicus International.
Index Copernicus International. (n.d.). The indexation procedure. Index Copernicus International.
Index Copernicus International. (n.d.). The methodology. Index Copernicus International.
Catatan APA 7th: Karena halaman resmi Index Copernicus yang digunakan tidak mencantumkan tanggal publikasi yang jelas, format (n.d.) digunakan sesuai prinsip APA 7th.
SEO La Academic
SEO Title: Apa Itu Index Copernicus? Pengertian, ICV, dan Cara Mengeceknya
Focus Keyphrase: Apa Itu Index Copernicus
Slug: apa-itu-index-copernicus
Keyword pendukung: Index Copernicus, Index Copernicus Value, ICV jurnal, ICI Journals Master List, ICI World of Journals, indeksasi jurnal, jurnal Index Copernicus, cek Index Copernicus.

Komentar
Posting Komentar