Langsung ke konten utama

Cara Menulis Rekomendasi Penelitian yang Baik dan Benar

 

Meta Title: Cara Menulis Rekomendasi Penelitian: Contoh dan Panduan Lengkap

Slug: cara-menulis-rekomendasi-penelitian
Focus Keyword: cara menulis rekomendasi penelitian
Keyword turunan: rekomendasi penelitian, contoh rekomendasi penelitian, cara membuat rekomendasi skripsi, saran penelitian, contoh saran penelitian, rekomendasi penelitian skripsi


Cara Menulis Rekomendasi Penelitian

Bagian rekomendasi penelitian sering kali ditempatkan pada bab terakhir skripsi, tesis, disertasi, atau artikel ilmiah. Meskipun biasanya hanya terdiri dari beberapa paragraf, bagian ini tetap membutuhkan perhatian karena rekomendasi seharusnya menunjukkan bagaimana hasil penelitian dapat ditindaklanjuti.

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menulis rekomendasi yang terlalu umum, misalnya:

"Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih baik."

Kalimat tersebut memang terdengar akademis, tetapi belum menjelaskan apa yang perlu diperbaiki, mengapa perlu diperbaiki, dan bagaimana penelitian berikutnya dapat melakukannya.

Rekomendasi yang baik seharusnya mempunyai hubungan dengan hasil penelitian, keterbatasan penelitian, metode yang digunakan, maupun kebutuhan penelitian berikutnya. Dalam penulisan penelitian, kesimpulan dan rekomendasi juga perlu tetap dibatasi oleh data dan hasil yang diperoleh (American Psychological Association [APA], n.d.).




Apa Itu Rekomendasi Penelitian?

Rekomendasi penelitian adalah bagian yang berisi saran atau arah tindak lanjut berdasarkan hasil dan keterbatasan penelitian.

Rekomendasi dapat ditujukan kepada beberapa pihak, tergantung pada karakteristik penelitian, misalnya:

  • peneliti selanjutnya;
  • organisasi atau perusahaan;
  • lembaga pendidikan;
  • pemerintah atau institusi terkait;
  • praktisi;
  • atau pihak lain yang relevan.

Namun, tidak semua penelitian harus memberikan rekomendasi kepada semua pihak tersebut.

Rekomendasi harus disesuaikan dengan tujuan penelitian dan bukti yang diperoleh. Pedoman APA untuk penulisan dan penelaahan artikel juga menekankan bahwa kesimpulan dan rekomendasi harus dapat dibenarkan oleh data serta membatasi inferensi yang melampaui hasil penelitian (APA, n.d.).


Apa Perbedaan Kesimpulan dan Rekomendasi?

Keduanya sering dianggap sama, padahal memiliki fungsi berbeda.

Kesimpulan

Kesimpulan menjawab:

Apa yang ditemukan dari penelitian?

Rekomendasi

Rekomendasi menjawab:

Apa yang dapat dilakukan setelah mengetahui hasil tersebut?

Contohnya, penelitian menemukan bahwa kualitas pelayanan berhubungan dengan kepuasan pelanggan.

Kesimpulan:

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan.

Rekomendasi:

Organisasi dapat melakukan evaluasi terhadap aspek pelayanan yang menjadi perhatian responden dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan kualitas layanan.

Dengan demikian, rekomendasi tidak seharusnya mengulang bagian kesimpulan secara mentah.


Dari Mana Rekomendasi Penelitian Berasal?

Rekomendasi yang baik biasanya dapat ditelusuri kembali ke beberapa bagian penelitian.

1. Hasil Penelitian

Hasil penelitian merupakan sumber utama rekomendasi.

Misalnya, penelitian menemukan bahwa salah satu variabel memiliki hubungan yang kuat dengan variabel lain.

Temuan tersebut dapat menjadi dasar untuk menyusun rekomendasi praktis atau penelitian lanjutan.


2. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan merupakan sumber penting untuk menghasilkan rekomendasi penelitian berikutnya.

Misalnya penelitian hanya menggunakan:

  • satu lokasi penelitian;
  • jumlah responden terbatas;
  • satu kelompok tertentu;
  • periode pengumpulan data tertentu;
  • metode kuantitatif;
  • atau beberapa variabel saja.

Keterbatasan tersebut dapat diterjemahkan menjadi peluang penelitian selanjutnya.

Creswell dan Creswell (2023) menempatkan desain penelitian, metode pengumpulan data, analisis, dan penyusunan laporan sebagai bagian yang saling berkaitan dalam proses penelitian.


3. Temuan yang Belum Terjawab

Tidak semua pertanyaan penelitian dapat dijawab dalam satu penelitian.

Terkadang hasil penelitian justru menghasilkan pertanyaan baru.

Misalnya:

Mengapa variabel X tidak berpengaruh terhadap Y?

Pertanyaan tersebut dapat menjadi dasar untuk penelitian berikutnya dengan memasukkan variabel tambahan atau menggunakan pendekatan penelitian yang berbeda.


Cara Menulis Rekomendasi Penelitian

Berikut langkah yang dapat digunakan untuk menyusun rekomendasi.

Langkah 1: Baca Kembali Hasil Penelitian

Sebelum menulis rekomendasi, jangan langsung membuka bagian "Saran".

Baca kembali:

  • rumusan masalah;
  • tujuan penelitian;
  • hasil analisis;
  • pembahasan;
  • kesimpulan;
  • dan keterbatasan penelitian.

Tujuannya agar rekomendasi benar-benar berasal dari penelitian yang telah dilakukan.

Saunders et al. (2023) menempatkan proses penelitian sebagai rangkaian yang saling berhubungan, mulai dari perumusan masalah, desain penelitian, pengumpulan dan analisis data, hingga penyusunan laporan penelitian.


Langkah 2: Identifikasi Temuan Utama

Tuliskan terlebih dahulu temuan yang paling penting.

Misalnya penelitian menemukan:

"Harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian, sedangkan promosi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan."

Dari hasil tersebut, peneliti dapat mengembangkan rekomendasi yang berbeda untuk masing-masing temuan.

Jangan membuat rekomendasi yang tidak memiliki hubungan dengan hasil penelitian.


Langkah 3: Perhatikan Keterbatasan

Misalnya penelitian memiliki keterbatasan:

Penelitian hanya dilakukan pada satu perusahaan.

Maka rekomendasi penelitian selanjutnya dapat berupa:

Penelitian berikutnya dapat memperluas objek penelitian dengan melibatkan beberapa perusahaan sehingga memungkinkan perbandingan karakteristik antarorganisasi.

Rekomendasi tersebut lebih konkret dibandingkan:

"Penelitian selanjutnya diharapkan memperluas penelitian."


Langkah 4: Tentukan Pihak yang Ditujukan

Rekomendasi dapat diarahkan kepada pihak yang memang berkaitan dengan hasil penelitian.

Contohnya:

Untuk peneliti selanjutnya

Penelitian berikutnya dapat menambahkan variabel lain yang secara teoritis relevan dengan keputusan pembelian.

Untuk perusahaan

Perusahaan dapat menggunakan temuan penelitian sebagai salah satu bahan evaluasi terhadap strategi pelayanan pelanggan.

Untuk institusi pendidikan

Institusi dapat mempertimbangkan hasil penelitian sebagai bahan pengembangan program yang berkaitan dengan objek penelitian.

Namun, rekomendasi tersebut harus tetap proporsional dengan bukti yang tersedia.


Struktur Rekomendasi Penelitian

Salah satu pola sederhana yang dapat digunakan adalah:

Temuan → Masalah/Peluang → Tindakan yang Disarankan

Contohnya:

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan masih menjadi salah satu aspek yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan dapat melakukan evaluasi secara berkala terhadap kualitas pelayanan, khususnya pada aspek yang memperoleh penilaian relatif rendah dari responden.

Struktur tersebut membuat rekomendasi lebih mudah dipahami.


Contoh Rekomendasi Penelitian untuk Skripsi

Misalnya judul penelitian:

"Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan."

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki hubungan positif dengan kepuasan pelanggan.

Contoh rekomendasi:

Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan dapat melakukan evaluasi secara berkala terhadap kualitas pelayanan, khususnya pada aspek pelayanan yang memperoleh penilaian relatif rendah dari responden. Evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan pengalaman pelanggan.

Untuk penelitian berikutnya:

Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan penambahan variabel lain yang secara teoritis berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Penelitian juga dapat dilakukan pada objek dan karakteristik responden yang berbeda untuk memperoleh gambaran yang lebih beragam.


Contoh Rekomendasi Penelitian Kuantitatif

Misalnya penelitian menggunakan regresi berganda dan menemukan bahwa:

  • X1 berpengaruh terhadap Y;
  • X2 tidak berpengaruh terhadap Y;
  • X3 berpengaruh terhadap Y.

Rekomendasi tidak perlu mengatakan bahwa X2 harus "dihapus".

Lebih tepat:

Variabel X2 tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan Y dalam penelitian ini. Penelitian selanjutnya dapat menguji kembali hubungan tersebut pada karakteristik responden, objek, atau konteks penelitian yang berbeda untuk mengetahui apakah hasil yang diperoleh konsisten.

Hal ini penting karena hasil tidak signifikan dalam satu penelitian tidak otomatis membuktikan bahwa suatu variabel tidak pernah memiliki hubungan dengan variabel lain.


Contoh Rekomendasi Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, rekomendasi dapat dikembangkan berdasarkan tema atau temuan yang muncul dari data.

Misalnya penelitian mengenai pengalaman mahasiswa dalam pembelajaran daring menemukan bahwa mahasiswa menghadapi kesulitan dalam interaksi dengan dosen.

Contoh rekomendasi:

Berdasarkan temuan penelitian, institusi pendidikan dapat mempertimbangkan penguatan mekanisme komunikasi antara dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengalaman dosen sehingga perspektif yang diperoleh tidak hanya berasal dari mahasiswa.

Pendekatan seperti ini membuat rekomendasi lebih dekat dengan temuan penelitian.


Contoh Rekomendasi untuk Penelitian dengan AMOS

Jika penelitian menggunakan AMOS dan Structural Equation Modeling (SEM), rekomendasi dapat dikaitkan dengan model penelitian.

Misalnya penelitian menggunakan model:

Kualitas Pelayanan → Kepuasan → Loyalitas

dan menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan dan loyalitas.

Rekomendasi penelitian selanjutnya dapat ditulis:

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model dengan mempertimbangkan variabel lain yang secara teoritis berkaitan dengan loyalitas pelanggan. Selain itu, penelitian berikutnya dapat menguji model pada kelompok responden atau konteks organisasi yang berbeda.

Jika terdapat keterbatasan jumlah sampel:

Penelitian berikutnya dapat mempertimbangkan jumlah dan karakteristik sampel yang lebih beragam sehingga model dapat diuji pada konteks penelitian yang berbeda.


Contoh Rekomendasi Berdasarkan Keterbatasan

Berikut beberapa contoh yang dapat disesuaikan.

Keterbatasan: lokasi penelitian hanya satu

Rekomendasi:

Penelitian selanjutnya dapat melibatkan beberapa lokasi penelitian untuk memperoleh perspektif yang lebih beragam.

Keterbatasan: responden terbatas

Rekomendasi:

Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan karakteristik responden yang lebih beragam sesuai dengan tujuan penelitian.

Keterbatasan: hanya menggunakan metode kuantitatif

Rekomendasi:

Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan pendekatan kualitatif atau mixed methods untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap temuan kuantitatif.

Keterbatasan: variabel terbatas

Rekomendasi:

Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan variabel tambahan yang memiliki dasar teoritis dan empiris untuk menjelaskan fenomena yang diteliti.


Hindari Rekomendasi yang Terlalu Umum

Beberapa contoh kalimat yang kurang kuat:

❌ "Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian yang lebih baik."

❌ "Penelitian ini masih jauh dari sempurna sehingga perlu diperbaiki."

❌ "Diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan hasil yang lebih maksimal."

❌ "Peneliti selanjutnya diharapkan menambah banyak responden."

Kalimat-kalimat tersebut belum menjelaskan apa yang harus dilakukan dan alasan rekomendasinya.

Lebih baik:

"Penelitian selanjutnya dapat memperluas karakteristik responden dengan mempertimbangkan kelompok yang belum terwakili dalam penelitian ini."


Gunakan Bahasa yang Proporsional

Rekomendasi penelitian sebaiknya tidak terlalu absolut.

Hindari:

"Perusahaan harus mengubah seluruh strategi pemasarannya."

Jika penelitian hanya melibatkan 100 responden pada satu wilayah, rekomendasi seperti itu dapat terlalu luas dibandingkan bukti yang tersedia.

Gunakan:

"Hasil penelitian dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengevaluasi strategi pemasaran."

Rekomendasi yang proporsional membantu menjaga hubungan antara data, interpretasi, dan implikasi penelitian. Pedoman APA juga menekankan bahwa kesimpulan dan rekomendasi perlu didukung oleh data dan tidak melampaui bukti yang tersedia (APA, n.d.).


Berapa Paragraf Rekomendasi Penelitian?

Tidak ada jumlah paragraf yang berlaku untuk semua penelitian.

Jumlahnya dapat disesuaikan dengan:

  • pedoman kampus;
  • jenis penelitian;
  • jumlah temuan;
  • keterbatasan penelitian;
  • dan pihak yang menjadi sasaran rekomendasi.

Untuk skripsi, misalnya, bagian rekomendasi dapat terdiri dari dua sampai beberapa paragraf yang masing-masing membahas rekomendasi praktis dan penelitian selanjutnya.

Ikuti pedoman penulisan institusi jika kampus telah menentukan format tertentu.


Template Rekomendasi Penelitian

Jika masih bingung, gunakan pola berikut:

Berdasarkan hasil penelitian, [pihak/peneliti] dapat [tindakan yang disarankan]. Rekomendasi tersebut diberikan karena [temuan/keterbatasan yang menjadi dasar]. Penelitian selanjutnya dapat [pengembangan penelitian] dengan mempertimbangkan [variabel/objek/metode/konteks] untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai [topik penelitian].

Contoh:

Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan dapat melakukan evaluasi terhadap aspek pelayanan yang memperoleh penilaian relatif rendah dari responden. Rekomendasi tersebut diberikan karena kualitas pelayanan ditemukan berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain yang secara teoritis relevan serta menggunakan objek penelitian yang berbeda untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas.


Checklist Sebelum Menulis Rekomendasi

Sebelum memasukkan bagian rekomendasi ke skripsi atau artikel ilmiah, periksa beberapa pertanyaan berikut:

✓ Apakah rekomendasi berasal dari hasil penelitian?

✓ Apakah ada dasar dari keterbatasan penelitian?

✓ Apakah pihak yang menerima rekomendasi sudah jelas?

✓ Apakah tindakan yang disarankan konkret?

✓ Apakah rekomendasi masih sesuai dengan ruang lingkup penelitian?

✓ Apakah rekomendasi tidak membuat klaim yang terlalu luas?

✓ Apakah rekomendasi penelitian berikutnya mempunyai alasan yang jelas?

Jika sebagian besar jawabannya "ya", rekomendasi Anda sudah memiliki dasar yang lebih kuat.


Kesimpulan

Cara menulis rekomendasi penelitian sebenarnya tidak cukup hanya dengan menambahkan kalimat "penelitian selanjutnya diharapkan..." pada akhir skripsi.

Rekomendasi yang baik harus memiliki hubungan yang jelas dengan hasil penelitian, keterbatasan, tujuan penelitian, dan kebutuhan penelitian lanjutan.

Untuk rekomendasi praktis, jelaskan siapa pihak yang dituju dan tindakan apa yang dapat dipertimbangkan. Sementara untuk rekomendasi penelitian berikutnya, jelaskan aspek yang dapat dikembangkan, seperti objek, sampel, variabel, metode, atau konteks penelitian.

Yang tidak kalah penting, rekomendasi harus tetap proporsional. Hasil penelitian dapat memberikan dasar untuk rekomendasi, tetapi rekomendasi tidak boleh melampaui bukti yang diperoleh.

Dengan pendekatan tersebut, bagian rekomendasi bukan sekadar formalitas pada bab terakhir, tetapi menjadi bagian yang menunjukkan implikasi dan peluang pengembangan penelitian secara akademik.


FAQ Cara Menulis Rekomendasi Penelitian

1. Apa isi rekomendasi penelitian?

Rekomendasi dapat berisi saran praktis berdasarkan hasil penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya berdasarkan temuan atau keterbatasan penelitian.

2. Apakah rekomendasi harus berdasarkan hasil penelitian?

Ya. Rekomendasi sebaiknya mempunyai hubungan yang jelas dengan hasil, pembahasan, atau keterbatasan penelitian.

3. Apa perbedaan saran dan rekomendasi?

Dalam banyak pedoman skripsi, istilah saran dan rekomendasi dapat digunakan dengan fungsi yang hampir sama. Namun, secara penulisan, rekomendasi yang baik sebaiknya menunjukkan tindakan atau arah tindak lanjut yang jelas.

4. Apakah penelitian selanjutnya harus menambah variabel?

Tidak selalu. Penelitian berikutnya dapat mengembangkan objek, karakteristik sampel, periode penelitian, metode, pendekatan analisis, atau konteks penelitian sesuai dengan keterbatasan dan kebutuhan penelitian.

5. Apakah rekomendasi boleh ditulis berdasarkan pendapat peneliti?

Boleh berupa implikasi atau saran peneliti, tetapi sebaiknya tetap mempunyai dasar dari hasil penelitian dan literatur yang relevan.


Daftar Pustaka

American Psychological Association. (n.d.). Guidelines for reviewing manuscripts for the Journal of Counseling Psychology. https://www.apa.org/pubs/journals/cou/reviewer-guidelines

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Saunders, M. N. K., Lewis, P., & Thornhill, A. (2023). Research methods for business students (9th ed.). Pearson.

Komentar

WA ME

WA Chat via WhatsApp

Live Chat