Langsung ke konten utama

Perbedaan Review Article vs Research Article: Analisis 5W1H

1. What (Apa Itu Review Article dan Research Article?)

Review article adalah artikel yang merangkum, menganalisis, dan mengevaluasi penelitian-penelitian terdahulu pada suatu topik tertentu. Artikel ini tidak menyajikan data asli, melainkan berfungsi sebagai state of the art dari perkembangan ilmu (Grant & Booth, 2020).

Research article adalah artikel hasil penelitian asli yang memaparkan metodologi, data, analisis, dan temuan baru. Artikel ini merupakan kontribusi langsung terhadap pengembangan ilmu pengetahuan (Belcher, 2019).


Contoh:

Review: “Tren Artificial Intelligence dalam Pendidikan 2015–2023.”

Research: “Pengaruh ChatGPT terhadap Keterampilan Menulis Mahasiswa.”


2. Who (Siapa yang Menulis dan Membutuhkan Keduanya?)


Review article biasanya ditulis oleh peneliti senior atau akademisi yang memiliki literatur luas. Mahasiswa tingkat akhir juga kerap diminta menulis review sebagai latihan kritis.


Research article ditulis oleh peneliti yang melakukan eksperimen atau studi lapangan. Mahasiswa skripsi, dosen, dan peneliti profesional wajib menulis artikel riset sebagai bukti orisinalitas kontribusi.

Contoh: Mahasiswa doktoral menulis review sistematis untuk menemukan gap, lalu melanjutkan riset asli sebagai artikel penelitian.


3. When (Kapan Keduanya Digunakan?)


Review article digunakan ketika peneliti ingin memetakan perkembangan bidang tertentu atau menemukan celah penelitian. Biasanya ditulis di awal proyek riset.

Research article digunakan setelah penelitian selesai, untuk mendokumentasikan hasil dan menyumbangkan data baru ke komunitas akademik.

Contoh: Peneliti menulis review “Literature Mapping Sustainable Finance 2010–2020” lalu menghasilkan research article tentang “Implementasi Green Sukuk di Indonesia.”


4. Where (Di Mana Artikel Ini Diterbitkan?)


Review article umumnya diterbitkan di jurnal bereputasi tinggi yang menerima review paper, seperti Nature Reviews, Annual Review of Sociology, atau jurnal bidang tertentu.

Research article diterbitkan di hampir semua jurnal ilmiah, dari Scopus Q1–Q4 hingga Sinta.

Contoh:

Review → Annual Review of Psychology.

Research → Journal of Cleaner Production (Elsevier).


5. Why (Mengapa Penting Dibedakan?)

Perbedaan penting karena tujuan, struktur, dan evaluasi kedua jenis artikel berbeda.

Review membantu mengidentifikasi research gap dan membangun fondasi teori.

Research menghasilkan temuan baru yang dapat diuji, direplikasi, atau dijadikan dasar kebijakan.

Keduanya saling melengkapi: review memperluas wawasan, research memperdalam bukti empiris (Snyder, 2019).


6. How (Bagaimana Menulis Keduanya?)


Review Article:


1. Tentukan topik spesifik.

2. Cari literatur dari database (Scopus, WoS, Google Scholar).

3. Sintesis & evaluasi hasil studi.

4. Susun narasi kritis dengan kerangka tema.


Research Article:

1. Rumuskan masalah & hipotesis.

2. Tentukan metode (kualitatif, kuantitatif, mixed).

3. Kumpulkan & analisis data.

4. Laporkan temuan & diskusi.

Contoh:

Review → “Literature Review on Fintech Adoption in Asia.”

Research → “Empirical Study on Fintech Adoption among Indonesian SMEs.”


📊 Tabel Perbedaan Review Article vs Research Article


Aspek Review Article Research Article


Definisi Ringkasan & analisis literatur terdahulu Laporan hasil penelitian asli

Tujuan Mengidentifikasi tren & gap Menyajikan temuan baru

Struktur Tema/topik literatur IMRAD (Intro–Method–Result–Discussion)

Data Sekunder (artikel, buku, database) Primer (observasi, survei, eksperimen)

Kontribusi Sintesis teori, arah riset baru Pengetahuan empiris, teori baru

Contoh Publikasi Annual Review of Sociology Journal of Cleaner Production

Penulis Umumnya peneliti berpengalaman Semua level peneliti (mahasiswa–profesor)

Kelebihan Memberi gambaran luas Memberi kontribusi empiris nyata

Kekurangan Tidak ada data asli Fokus sempit, hanya 1 studi


✅ Kelebihan & ⚠️ Kekurangan


Review Article

✅ Memberi wawasan luas.

✅ Menghemat waktu bagi pembaca.

⚠️ Tidak ada kontribusi data asli.

⚠️ Rentan bias jika seleksi literatur lemah.


Research Article

✅ Memberi kontribusi empiris.

✅ Jadi syarat kenaikan jabatan/gelar.

⚠️ Butuh waktu lama (riset lapangan/eksperimen).

⚠️ Hasil bisa terbatas pada konteks tertentu.


Contoh Kasus


1. Mahasiswa S2 di bidang manajemen menulis review tentang digital transformation in SMEs untuk menemukan gap.

2. Dari gap tersebut, ia membuat research article dengan survei 300 UMKM di Indonesia tentang adopsi digital banking.

Hasilnya → review memperluas wawasan, research menambah bukti empiris.



Ajakan Diskusi


📌 Menurut Anda, lebih sulit menulis review article yang membutuhkan literatur luas, atau research article yang membutuhkan data asli?

💬 Bagikan pengalaman Anda di laacademic.com 🚀


📚 Referensi (APA, 2019–2024)

Belcher, W. L. (2019). Writing your journal article in twelve weeks: A guide to academic publishing success. University of Chicago Press.

Grant, M. J., & Booth, A. (2020). A typology of reviews: An analysis of 14 review types and associated methodologies. Health Information & Libraries Journal, 37(3), 173–180.

Snyder, H. (2019). Literature reviews as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.

Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93–112.

Booth, A., Sutton, A., & Papaioannou, D. (2021). Systematic approaches to a successful literature review. Sage.



Please check our service, if you need help to publish your article in Scopus, Copernicus or even Sinta journal. 

Komentar

WA ME

WA Chat via WhatsApp

Live Chat

Postingan populer dari blog ini

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis Pendahuluan Publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi merupakan kebutuhan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Salah satu jalur yang paling sering dipilih adalah jurnal yang terindeks di SINTA (Science and Technology Index), yang memberikan peringkat dari SINTA 1 hingga SINTA 6. SINTA 4 berada di level menengah, yang berarti kualitasnya telah diakui secara nasional tetapi belum sampai kategori tertinggi. Masalah yang sering dihadapi penulis adalah biaya publikasi. Tidak sedikit jurnal mengenakan APC (Article Processing Charge) atau biaya pemrosesan artikel. Padahal banyak penulis—khususnya mahasiswa atau peneliti muda—membutuhkan jurnal yang gratis atau tanpa biaya publikasi. Artikel ini menyajikan 10 daftar jurnal SINTA 4 gratis (atau setidaknya open access tanpa APC signifikan), disertai scope, informasi penerbit, dan cara verifikasi. 1. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia (NJPI) Penerbit: Lembaga Sosial Rumah Indonesia beker...

Jurnal Sinta 5 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Pendahuluan Publikasi ilmiah adalah kewajiban bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di Indonesia. Sejak diberlakukannya aturan akreditasi nasional melalui Science and Technology Index (Sinta) oleh Kemdikbudristek, jurnal dibagi dalam enam peringkat: Sinta 1 (paling tinggi) hingga Sinta 6 (paling rendah). Jurnal Sinta 5 menempati posisi menengah-bawah dalam sistem akreditasi, namun tetap terindeks resmi dan diakui untuk keperluan akademik. Publikasi di jurnal Sinta 5 sering menjadi pilihan mahasiswa S1, S2, atau peneliti pemula yang baru memulai karier akademik. Salah satu keuntungan adalah adanya banyak jurnal Sinta 5 gratis yang tidak membebankan biaya publikasi atau article processing charge (APC). Dengan demikian, peneliti bisa menulis, mengirim, dan menerbitkan artikel ilmiah tanpa khawatir soal biaya. Pengertian Jurnal Sinta 5 Gratis Jurnal Sinta 5: Jurnal nasional terakreditasi pada level menengah-bawah yang menunjukkan standar mutu cukup baik, konsistensi terbit, serta sistem edit...

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi Pendahuluan Publikasi ilmiah merupakan syarat penting bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Kenaikan jabatan akademik, kelulusan pascasarjana, hingga pengakuan penelitian seringkali bergantung pada publikasi di jurnal terakreditasi nasional. Untuk itu, pemerintah melalui Kemdikbudristek menyediakan Sinta (Science and Technology Index) sebagai sistem pemeringkatan jurnal. Jurnal terakreditasi diberi peringkat dari Sinta 1 (tertinggi) hingga Sinta 6 (terendah). Walau Sinta 1 dan 2 dianggap lebih prestisius, publikasi di Sinta 3 tetap bernilai tinggi dan sah digunakan untuk penilaian akademik. Menariknya, ada sejumlah jurnal Sinta 3 gratis yang tidak mengenakan biaya publikasi atau article processing charge (APC), sehingga menjadi solusi bagi penulis yang memiliki keterbatasan dana. Pengertian Jurnal Sinta 3 Gratis Jurnal Sinta 3 adalah jurnal nasional yang terakreditasi dengan kualitas menengah ke...

Membuat Grafik di SPSS — Panduan Lengkap

  Pendahuluan Grafik adalah alat visual yang sangat berguna untuk menyajikan data secara cepat dan jelas. Dalam konteks penelitian, pengajaran, atau pelaporan, grafik membantu pembaca memahami pola, distribusi, dan hubungan antarvariabel tanpa harus membaca tabel angka panjang. SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menyediakan berbagai jenis grafik yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan analisis kuantitatif. Artikel ini memberikan panduan langkah demi langkah untuk membuat, memformat, dan mengekspor grafik di SPSS, disertai tips praktis untuk menghasilkan visual yang informatif dan profesional. Mengapa Memilih Grafik di SPSS? SPSS memudahkan pembuatan grafik bagi peneliti yang bekerja dengan dataset besar. Keunggulannya meliputi: Antarmuka grafis yang intuitif (menu Chart Builder dan Legacy Dialogs). Kemampuan untuk menggabungkan statistik ringkasan langsung dalam grafik (misalnya mean, error bars). Opsi kustomisasi yang cukup untuk kebutuhan akademik dan presentasi. I...

Analisis Moderasi di SmartPLS: Panduan Akademik Lengkap untuk Penelitian Kuantitatif

  Pendahuluan Dalam penelitian kuantitatif, hubungan antara variabel tidak selalu bersifat sederhana dan langsung. Pada banyak kasus, kekuatan atau arah hubungan antara variabel independen dan dependen dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang dikenal sebagai variabel moderator . Analisis yang melibatkan variabel moderator menjadi penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan realistis terhadap fenomena yang diteliti. Seiring berkembangnya metode analisis data, pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) semakin banyak digunakan, terutama dalam penelitian sosial, manajemen, pendidikan, dan bisnis. SmartPLS sebagai salah satu perangkat lunak PLS-SEM menyediakan fitur analisis moderasi yang relatif mudah digunakan, namun tetap memerlukan pemahaman konseptual yang kuat. Permasalahan umum yang sering dihadapi mahasiswa dan peneliti pemula adalah kebingungan dalam menentukan jenis moderasi, kesalahan dalam membangun model interaksi, serta ket...