Langsung ke konten utama

Jurnal Sinta 2 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Jurnal Sinta 2 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi


Publikasi ilmiah adalah salah satu cara paling efektif untuk membagikan hasil riset dan meningkatkan reputasi akademik. Di Indonesia, status akreditasi Sinta sangat penting bagi dosen dan peneliti, khususnya jurnal-peringkat Sinta 2: masih cukup diperhitungkan dalam penilaian KUM (Kredit Unsur Penunjang) dan akreditasi institusi. Salah satu tantangan terbesar bagi peneliti adalah biaya publikasi (APC = Article Processing Charge). Untungnya, ada sejumlah jurnal Sinta 2 yang disebut-sebut gratis (tidak memungut biaya publikasi). Artikel ini membahas definisi jurnal gratis, kelebihan & risikonya, serta menyajikan daftar 10 jurnal Sinta 2 gratis dengan referensi nyata agar kamu bisa memilih dengan lebih aman.


Apa yang Dimaksud “Jurnal Sinta 2 Gratis”?

Jurnal Sinta 2 gratis berarti jurnal yang:

1. Terakreditasi Sinta 2 oleh kementerian (Kemenristekdikti / Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi / Kemdikbud / Lembaga terkait).

2. Tidak memungut biaya publikasi (APC) dari penulis, atau menyebutkan bahwa semua tahap — mulai dari pengiriman manuskrip, review, editing, hingga publikasi — bebas biaya.

3. Memiliki sistem akses terbuka (open access) atau paling tidak mengizinkan penulis untuk pengunggahan final / accepted version tanpa biaya tambahan.


Beberapa sumber informasi tentang jurnal gratis: situs resmi jurnal, OJS (Open Journal System) tabel kebijakan biaya, informasi dari portal Sinta, serta blog akademik / forum yang mengumpulkan pengalaman penulis. Namun, perlu diingat: banyak klaim gratis berasal dari blog/forum yang belum diverifikasi dengan data jurnal terbaru.


Kelebihan & Risiko Memilih Jurnal Gratis


Kelebihan

Hemat biaya: sangat membantu bagi mahasiswa / peneliti yang memiliki anggaran terbatas.

Transparansi & aksesibilitas: publikasi bebas biaya (gratis) umumnya juga mendukung akses terbuka, memperluas pembaca.

Nilai KUM tetap diperoleh, selama jurnal tersebut benar-benar Sinta 2 dan memenuhi persyaratan.

Pengalaman publikasi: kamu bisa fokus menulis dan memperbaiki manuskrip tanpa khawatir beban finansial.


Risiko atau Hal yang Perlu Diperhatikan

Kebijakan bisa berubah: jurnal yang sebelumnya gratis bisa mulai memungut biaya (atau sebaliknya). Jadilah cek selalu di laman “author guidelines / publication fees”.

Proses review dan publikasi bisa lebih lama: jurnal gratis terkadang memiliki dana dan staff terbatas, yang bisa memperlambat proses.

Resiko kredibilitas jika jurnal tidak transparan atau kurang peer review. Pastikan jurnal punya review eksternal yang jelas, terbit teratur, indeksasi yang realistis.

Hak cipta / lisensi: apakah versi final artikel boleh disimpan/unggah oleh penulis di repositori atau ResearchGate? Perhatikan lisensi (CC BY, CC-NC, dsb.).


Sumber Verifikasi / Referensi Utama


Untuk menyusun daftar jurnal gratis berikut, aku menggunakan beberapa sumber berikut:

PegiatJurnal.com, khususnya posting “List 11 Jurnal Sinta 2 Gratis APC” di Desember 2022. 

Situs resmi jurnal “Sawerigading” di portal SINTA (untuk memastikan akreditasi & ISSN). 

Blog “PegiAtJurnal” juga bagian “List Jurnal Sinta 2-5 Bidang Linguistics, ELT, Culture & Translation Gratis Biaya Publikasi”. 

Arsip jurnal dan laman OJS jurnal gratis seperti SAWERIGADING, dll. 


Daftar 10 Jurnal Sinta 2 yang Disebut Gratis


Berikut 10 jurnal Sinta 2 yang disebut dalam berbagai daftar terpercaya sebagai gratis publikasi (APC = 0) di tahap pengiriman / publikasi. Catatan: selalu cek kebijakan terbaru di situs jurnal masing-masing.

No Nama Jurnal Institusi / Penerbit Bidang / Fokus Link ke Informasi Gratis Catatan Verifikasi

1 Sawerigading Balai Bahasa Sulawesi Selatan, Badan Bahasa Bahasa & Sastra (Bahasa, budaya lokal, analisis diskursif, sastra) Dikonfirmasi di OJS jurnal bahwa mereka menggunakan lisensi CC BY-NC-SA dan menerbitkan naskah tanpa biaya publikasi. Akreditasi Sinta 2; cek panduan penulis untuk versi final manuskrip.

2 Journal of Language and Literature (JOLL) Universitas Sanata Dharma Linguistik, Literature, Pengajaran Bahasa Dicantumkan di daftar 11 Jurnal Gratis APC oleh PegiAtJurnal. Perlu cek apakah gratis untuk semua kategori penulis (luar kampus/internasional).

3 Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Badan Bahasa (Kemendikbud) Penelitian Bahasa & Sosiolinguistik, Sastra Juga ada di daftar gratis APC PegiAtJurnal. Cek versi bahasa & versi publikasi cetak jika ada biaya.

4 Kandai Badan Bahasa (Kemendikbud) Sastra & Bahasa Daerah Termasuk dalam daftar PegiAtJurnal. Perhatikan kualitas editorial & frekuensi publikasi.

5 OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra IAIN Madura Sastra, Pengajaran Bahasa, Bahasa & Kebudayaan Ada di daftar gratis PegiAtJurnal. Pastikan tidak ada biaya tambahan seperti cetak atau halaman ekstra.

6 LLT Journal: A Journal on Language and Language Teaching Universitas Sanata Dharma TESOL / Pengajaran Bahasa / Linguistik Terapan Dicantumkan sebagai jurnal gratis dalam daftar bidang Linguistik / ELT. Cek status indeksasi & jadwal terbit agar sesuai target publikasi.

7 Parole: Journal of Linguistics and Education Universitas Diponegoro (Undip) Linguistik Pendidikan & Sastra Ada dalam daftar 11 jurnal gratis bahasa / sastra. Periksa strategi pengiriman naskah & waktu review.

8 AKSARA Kementerian Pendidikan / Badan Bahasa Bahasa Daerah, Linguistik & Sastra Termasuk daftar gratis PegiAtJurnal. Sangat bagus untuk penelitian bahasa lokal.

9 Widyaparwa Badan Bahasa Sastra & Bahasa, gagasan linguistik / sastra lokal Dalam daftar gratis PegiAtJurnal. Perlu cek apakah proses editing / layout bebas biaya.

10 Journal of Language and Culture / K@TA Universitas Petra Sastra, budaya & pembelajaran bahasa / linguistic culture Termasuk dalam daftar PegiAtJurnal. Pastikan juga untuk penulis internasional statusnya.


Cara Verifikasi Sendiri


Agar kamu yakin bahwa jurnal jurnal di atas benar-gratis untuk publikasi (tanpa APC), ini langkah-langkah yang bisa dilakukan:


1. Buka situs resmi jurnal (biasanya di OJS) → cari bagian “Author Guidelines” / “Submission Fees / APC” / “Publication Fee”.

2. Periksa informasi lisensi (apakah open access, apakah ada CC BY / lisensi yang mengizinkan revisi atau penyimpanan versi final).

3. Lihat arsip terbitan terakhir / nomor metadata (volume & issue) untuk mengecek frekuensi penerbitan dan apakah jurnal masih aktif.

4. Cek kredibilitas editor / dewan penyunting; cari nama-nama pakar atau afiliasi jelas agar yakin peer review berjalan.

5. Cek portal SINTA resmi: cari jurnal tersebut dan jika memungkinkan periksa detail “Akreditasi SINTA 2” dan metadata seperti ISSN, frekuensi terbit.


Contoh Perbandingan Kasus


Misalnya, jurnal Sawerigading telah didaftarkan di portal SINTA sebagai Sinta 2. Edisi Desember 2024 & Juni 2025 terlihat aktif diterbitkan. Situs jurnal menyebut bahawa jurnal ini menggunakan lisensi “Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0” dan tampaknya tidak menuliskan kewajiban biaya publikasi di laman pengiriman naskah. Ini adalah contoh jurnal yang cukup aman sebagai opsi publikasi gratis.


Kapan Gratis Tidak Gratis


Beberapa sumber menyebut jurnal sebagai “gratis” berdasarkan pengalaman penulis atau forum, namun:

Tidak jarang mereka hanya gratis untuk pengiriman / review awal, tapi ada biaya akhir (misalnya layout cetak, warna, tambahan halaman).

Versi internasional / penulis non-Indonesia terkadang kena biaya berbeda.

Beberapa jurnal menyatakan bebas biaya di blog pihak ketiga, tapi tidak mencantumkan dalam situs resmi jurnal / OJS. Ini memerlukan cross-check.


Kesimpulan


Bagi peneliti Indonesia — khususnya mahasiswa, dosen pemula, atau institusi dengan anggaran terbatas — mengetahui jurnal Sinta 2 gratis adalah langkah strategis. Daftar di atas bisa dijadikan titik awal untuk memilih tempat publikasi yang:


Terakreditasi Sinta 2

Bebas biaya publikasi / APC

Aktif dan memiliki frekuensi terbit yang wajar

Selalu lakukan verifikasi lewat situs resmi jurnal dan SINTA sendiri. Jika menemukan jurnal yang sesuai, manfaatkan kesempatan tersebut. Fokus utama tetap pada kualitas naskah, review yang baik, dan visibilitas publikasi.


Referensi

PegiatJurnal.com. (2022, Desember 23). List 11 Jurnal Sinta 2 Gratis APC. https://www.pegiatjurnal.com/2022/12/list-11-jurnal-sinta-2.html 

PegiAtJurnal.com. (2024, Januari 31). List Jurnal Sinta 2-5 Bidang Linguistics, ELT, Culture & Translation Gratis Biaya Publikasi. 

SINTA Portal. Sawerigading: Profil jurnal. https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/2846 

Sawerigading. (2024-2025). Arsip Edisi Desember 2024, Juni 2025. https://sawerigading.kemdikbud.go.id/index.php/sawerigading/issue/archive 

Pusat Publikasi. (2025, Mei 8). Daftar Jurnal Teologi Sinta 2. https://pusatpublikasi.id/blog/jurnal-teologi-sinta-2/ 



Please check our service, if you need help to publish your article in Scopus, Copernicus or even Sinta journal. 

Komentar

WA ME

WA Chat via WhatsApp

Live Chat

Postingan populer dari blog ini

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis Pendahuluan Publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi merupakan kebutuhan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Salah satu jalur yang paling sering dipilih adalah jurnal yang terindeks di SINTA (Science and Technology Index), yang memberikan peringkat dari SINTA 1 hingga SINTA 6. SINTA 4 berada di level menengah, yang berarti kualitasnya telah diakui secara nasional tetapi belum sampai kategori tertinggi. Masalah yang sering dihadapi penulis adalah biaya publikasi. Tidak sedikit jurnal mengenakan APC (Article Processing Charge) atau biaya pemrosesan artikel. Padahal banyak penulis—khususnya mahasiswa atau peneliti muda—membutuhkan jurnal yang gratis atau tanpa biaya publikasi. Artikel ini menyajikan 10 daftar jurnal SINTA 4 gratis (atau setidaknya open access tanpa APC signifikan), disertai scope, informasi penerbit, dan cara verifikasi. 1. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia (NJPI) Penerbit: Lembaga Sosial Rumah Indonesia beker...

Jurnal Sinta 5 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Pendahuluan Publikasi ilmiah adalah kewajiban bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di Indonesia. Sejak diberlakukannya aturan akreditasi nasional melalui Science and Technology Index (Sinta) oleh Kemdikbudristek, jurnal dibagi dalam enam peringkat: Sinta 1 (paling tinggi) hingga Sinta 6 (paling rendah). Jurnal Sinta 5 menempati posisi menengah-bawah dalam sistem akreditasi, namun tetap terindeks resmi dan diakui untuk keperluan akademik. Publikasi di jurnal Sinta 5 sering menjadi pilihan mahasiswa S1, S2, atau peneliti pemula yang baru memulai karier akademik. Salah satu keuntungan adalah adanya banyak jurnal Sinta 5 gratis yang tidak membebankan biaya publikasi atau article processing charge (APC). Dengan demikian, peneliti bisa menulis, mengirim, dan menerbitkan artikel ilmiah tanpa khawatir soal biaya. Pengertian Jurnal Sinta 5 Gratis Jurnal Sinta 5: Jurnal nasional terakreditasi pada level menengah-bawah yang menunjukkan standar mutu cukup baik, konsistensi terbit, serta sistem edit...

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi Pendahuluan Publikasi ilmiah merupakan syarat penting bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Kenaikan jabatan akademik, kelulusan pascasarjana, hingga pengakuan penelitian seringkali bergantung pada publikasi di jurnal terakreditasi nasional. Untuk itu, pemerintah melalui Kemdikbudristek menyediakan Sinta (Science and Technology Index) sebagai sistem pemeringkatan jurnal. Jurnal terakreditasi diberi peringkat dari Sinta 1 (tertinggi) hingga Sinta 6 (terendah). Walau Sinta 1 dan 2 dianggap lebih prestisius, publikasi di Sinta 3 tetap bernilai tinggi dan sah digunakan untuk penilaian akademik. Menariknya, ada sejumlah jurnal Sinta 3 gratis yang tidak mengenakan biaya publikasi atau article processing charge (APC), sehingga menjadi solusi bagi penulis yang memiliki keterbatasan dana. Pengertian Jurnal Sinta 3 Gratis Jurnal Sinta 3 adalah jurnal nasional yang terakreditasi dengan kualitas menengah ke...

Membuat Grafik di SPSS — Panduan Lengkap

  Pendahuluan Grafik adalah alat visual yang sangat berguna untuk menyajikan data secara cepat dan jelas. Dalam konteks penelitian, pengajaran, atau pelaporan, grafik membantu pembaca memahami pola, distribusi, dan hubungan antarvariabel tanpa harus membaca tabel angka panjang. SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menyediakan berbagai jenis grafik yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan analisis kuantitatif. Artikel ini memberikan panduan langkah demi langkah untuk membuat, memformat, dan mengekspor grafik di SPSS, disertai tips praktis untuk menghasilkan visual yang informatif dan profesional. Mengapa Memilih Grafik di SPSS? SPSS memudahkan pembuatan grafik bagi peneliti yang bekerja dengan dataset besar. Keunggulannya meliputi: Antarmuka grafis yang intuitif (menu Chart Builder dan Legacy Dialogs). Kemampuan untuk menggabungkan statistik ringkasan langsung dalam grafik (misalnya mean, error bars). Opsi kustomisasi yang cukup untuk kebutuhan akademik dan presentasi. I...

Analisis Moderasi di SmartPLS: Panduan Akademik Lengkap untuk Penelitian Kuantitatif

  Pendahuluan Dalam penelitian kuantitatif, hubungan antara variabel tidak selalu bersifat sederhana dan langsung. Pada banyak kasus, kekuatan atau arah hubungan antara variabel independen dan dependen dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang dikenal sebagai variabel moderator . Analisis yang melibatkan variabel moderator menjadi penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan realistis terhadap fenomena yang diteliti. Seiring berkembangnya metode analisis data, pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) semakin banyak digunakan, terutama dalam penelitian sosial, manajemen, pendidikan, dan bisnis. SmartPLS sebagai salah satu perangkat lunak PLS-SEM menyediakan fitur analisis moderasi yang relatif mudah digunakan, namun tetap memerlukan pemahaman konseptual yang kuat. Permasalahan umum yang sering dihadapi mahasiswa dan peneliti pemula adalah kebingungan dalam menentukan jenis moderasi, kesalahan dalam membangun model interaksi, serta ket...