Langsung ke konten utama

Download Brain and Human Body Modeling 2020 Here

Abstraction has long been a valuable tool for scientists and engineers to simplify and understand complex systems. This approach has brought significant progress across various fields. For instance, beginner electrical engineering students are introduced to resistance by ignoring factors like heat conduction, wire induction, and capacitance, which would otherwise complicate their understanding of this key concept. Similarly, physics students often first study falling objects by considering only the effect of gravity and disregarding air resistance, making it easier to grasp the basic principles of motion. In computer engineering, the initial study of operational amplifiers assumes ideal conditions such as infinite open-loop gain and input resistance, no current draw, and uniform bandwidth—assumptions that are not true in practice but help simplify early learning before delving into more complex realities. These kinds of idealized models are also common in biology and medicine. For example, diseases are often taught as clearly defined entities, even though real-life diagnosis and treatment must consider the unique variations in each individual’s biology and pathology. As Hippocrates famously emphasized, understanding a patient requires more than just knowing the disease—they must understand the person who has it.



 Volume II of Brain and Human Body Modeling is organized into seven major sections, each focusing on a distinct area of research and innovation.

Part 1 explores Tumor-Treating Fields (TTFields)—a novel and FDA-approved therapy for glioblastoma. It offers a detailed overview of TTFields, including the biological basis of tumor development and a variety of treatment approaches, ranging from placing electrodes on the scalp to more invasive procedures like removing skull sections for better access. Accurate modeling and advanced simulation techniques are essential for developing and evaluating these treatment strategies.

Part 2 focuses on non-invasive brain stimulation, particularly techniques like Transcranial Direct Current Stimulation (tDCS). It discusses recent advancements in modeling electric field strength and direction, the use of white matter tractography, and strategies for customizing multi-electrode setups for Transcranial Electrical Stimulation. These brain models are becoming increasingly sophisticated as more high-resolution medical data becomes available.

Part 3 shifts the focus to non-invasive stimulation of the spinal cord and peripheral nervous system. One chapter addresses electrical and magnetic spinal stimulation, targeting sensory and motor pathways, while also modeling electric field distributions. Another chapter introduces a highly focused, small-scale magnetic stimulator designed for use on peripheral nerves.

Part 4 addresses neurophysiological signal modeling. It begins with efforts to integrate electromagnetic and hemodynamic imaging for a multi-modal neuroimaging approach. Following that, a new simulation method is introduced that offers exceptional precision and speed. This method is then applied to the cerebral cortex to explore the potential of multiscale brain modeling.

Part 5 investigates neural circuit modeling at both micro and macro scales. It starts by defining key concepts and methods for modeling large and complex neural networks. Subsequent chapters examine the modeling of specific retinal ganglion cells and delve into brain connectivity using data from the Human Connectome Project.

Part 6 presents models for studying the effects of high and radio frequencies. Topics include simplified human models for Specific Absorption Rate (SAR) calculations, SAR analysis during 3T MRI scans, unintended activation of implanted medical devices during MRI, and evaluations of electric fields and SAR when tissues are near RF sources. The section concludes with the introduction of a new male model compatible with CAD, developed from the Visible Human Project.

Part 7, the final section, discusses essential methods for building detailed brain and body models. It begins with guidelines for preparing head models for simulations that combine the Boundary Element Method with the Fast Multipole Method (FMM). It then assesses the FMM’s performance in head modeling, and ends with an analytical solution that describes how a conductive object (representing the human head) responds to external electric fields.


Download Brain and Human Body Modeling 2020 Here


 Please check our service, if you need help to publish your article in Scopus, Copernicus or even Sinta journal. 

Komentar

WA ME

WA Chat via WhatsApp

Live Chat

Postingan populer dari blog ini

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis Pendahuluan Publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi merupakan kebutuhan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Salah satu jalur yang paling sering dipilih adalah jurnal yang terindeks di SINTA (Science and Technology Index), yang memberikan peringkat dari SINTA 1 hingga SINTA 6. SINTA 4 berada di level menengah, yang berarti kualitasnya telah diakui secara nasional tetapi belum sampai kategori tertinggi. Masalah yang sering dihadapi penulis adalah biaya publikasi. Tidak sedikit jurnal mengenakan APC (Article Processing Charge) atau biaya pemrosesan artikel. Padahal banyak penulis—khususnya mahasiswa atau peneliti muda—membutuhkan jurnal yang gratis atau tanpa biaya publikasi. Artikel ini menyajikan 10 daftar jurnal SINTA 4 gratis (atau setidaknya open access tanpa APC signifikan), disertai scope, informasi penerbit, dan cara verifikasi. 1. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia (NJPI) Penerbit: Lembaga Sosial Rumah Indonesia beker...

Jurnal Sinta 5 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Pendahuluan Publikasi ilmiah adalah kewajiban bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di Indonesia. Sejak diberlakukannya aturan akreditasi nasional melalui Science and Technology Index (Sinta) oleh Kemdikbudristek, jurnal dibagi dalam enam peringkat: Sinta 1 (paling tinggi) hingga Sinta 6 (paling rendah). Jurnal Sinta 5 menempati posisi menengah-bawah dalam sistem akreditasi, namun tetap terindeks resmi dan diakui untuk keperluan akademik. Publikasi di jurnal Sinta 5 sering menjadi pilihan mahasiswa S1, S2, atau peneliti pemula yang baru memulai karier akademik. Salah satu keuntungan adalah adanya banyak jurnal Sinta 5 gratis yang tidak membebankan biaya publikasi atau article processing charge (APC). Dengan demikian, peneliti bisa menulis, mengirim, dan menerbitkan artikel ilmiah tanpa khawatir soal biaya. Pengertian Jurnal Sinta 5 Gratis Jurnal Sinta 5: Jurnal nasional terakreditasi pada level menengah-bawah yang menunjukkan standar mutu cukup baik, konsistensi terbit, serta sistem edit...

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi Pendahuluan Publikasi ilmiah merupakan syarat penting bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Kenaikan jabatan akademik, kelulusan pascasarjana, hingga pengakuan penelitian seringkali bergantung pada publikasi di jurnal terakreditasi nasional. Untuk itu, pemerintah melalui Kemdikbudristek menyediakan Sinta (Science and Technology Index) sebagai sistem pemeringkatan jurnal. Jurnal terakreditasi diberi peringkat dari Sinta 1 (tertinggi) hingga Sinta 6 (terendah). Walau Sinta 1 dan 2 dianggap lebih prestisius, publikasi di Sinta 3 tetap bernilai tinggi dan sah digunakan untuk penilaian akademik. Menariknya, ada sejumlah jurnal Sinta 3 gratis yang tidak mengenakan biaya publikasi atau article processing charge (APC), sehingga menjadi solusi bagi penulis yang memiliki keterbatasan dana. Pengertian Jurnal Sinta 3 Gratis Jurnal Sinta 3 adalah jurnal nasional yang terakreditasi dengan kualitas menengah ke...

Membuat Grafik di SPSS — Panduan Lengkap

  Pendahuluan Grafik adalah alat visual yang sangat berguna untuk menyajikan data secara cepat dan jelas. Dalam konteks penelitian, pengajaran, atau pelaporan, grafik membantu pembaca memahami pola, distribusi, dan hubungan antarvariabel tanpa harus membaca tabel angka panjang. SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menyediakan berbagai jenis grafik yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan analisis kuantitatif. Artikel ini memberikan panduan langkah demi langkah untuk membuat, memformat, dan mengekspor grafik di SPSS, disertai tips praktis untuk menghasilkan visual yang informatif dan profesional. Mengapa Memilih Grafik di SPSS? SPSS memudahkan pembuatan grafik bagi peneliti yang bekerja dengan dataset besar. Keunggulannya meliputi: Antarmuka grafis yang intuitif (menu Chart Builder dan Legacy Dialogs). Kemampuan untuk menggabungkan statistik ringkasan langsung dalam grafik (misalnya mean, error bars). Opsi kustomisasi yang cukup untuk kebutuhan akademik dan presentasi. I...

Analisis Moderasi di SmartPLS: Panduan Akademik Lengkap untuk Penelitian Kuantitatif

  Pendahuluan Dalam penelitian kuantitatif, hubungan antara variabel tidak selalu bersifat sederhana dan langsung. Pada banyak kasus, kekuatan atau arah hubungan antara variabel independen dan dependen dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang dikenal sebagai variabel moderator . Analisis yang melibatkan variabel moderator menjadi penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan realistis terhadap fenomena yang diteliti. Seiring berkembangnya metode analisis data, pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) semakin banyak digunakan, terutama dalam penelitian sosial, manajemen, pendidikan, dan bisnis. SmartPLS sebagai salah satu perangkat lunak PLS-SEM menyediakan fitur analisis moderasi yang relatif mudah digunakan, namun tetap memerlukan pemahaman konseptual yang kuat. Permasalahan umum yang sering dihadapi mahasiswa dan peneliti pemula adalah kebingungan dalam menentukan jenis moderasi, kesalahan dalam membangun model interaksi, serta ket...