Langsung ke konten utama

The Palgrave Handbook of Sustainable Digitalization for Business, Industry, and Society

Digitalization refers to the conversion of information and knowledge obtained in physical form, such as through sensors or printed documents, into a language that can be understood by computers. The phenomenon is central to the digital transformation, which depends on the combined and interconnected use of advanced technologies such as 3D printing, blockchain technology (distributed ledger), the Internet of Things, machine learning, and artificial intelligence. This leads to the generation of large volumes of data known as big data, which necessitates the use of big data analytics approaches (Ertz et al., 2022). The potential to utilize these massive data sets is mostly unexplored, but it has the potential to facilitate the shift towards "more sustainable and efficient smart integrated cities." Upon reviewing previous studies, it is evident that there are three fundamental components in academic research.

The integration of digitalization into sustainability is represented by various concepts such as "sustainable digitalization," "sustainable digital," "smart green," "digicircular," "digitainability," or "smart green digital" (Felice and Petrillo, 2021; Gupta and Rhyner, 2022). Additionally, the focus on using sustainable digitalization for the betterment of society has been referred to as "Society 5.0," "Super Smart Society," or "Smart Green and Resilient Society" by the Japanese Keidanren (Onday, 2019). While these various notions may not be exact synonyms, and there is still some confusion in defining them, they generally share the characteristic of illustrating how digitalization contributes to sustainable development in order to effectively address human needs.

Furthermore, other research studies have explored the role of digitalization in promoting sustainability. These studies have specifically examined how digitalization facilitates cleaner production and the implementation of circular economy principles (Gupta et al., 2021; Luthra et al., 2021). Additionally, digitalization has been found to contribute to the extension of product lifetimes (Ertz et al., 2022). The Smart Green Planet framework states that digitalization plays a crucial role in achieving sustainable development goals. It does so by exerting comprehensive and sustainable impacts on three key areas: the food-water-energy nexus, industry and well-being, and climate and biodiversity (Mondejar et al., 2021). The effects on the food-water-energy nexus are categorized into various sub-domains, such as smart agriculture and food production, universal access to clean water, and intelligent energy systems. Overall, these two aspects, one of a broader nature and the other unique to the industrial sector, highlight the role of digital technologies in advancing important sustainable development goals. Therefore, a more precise word for this phenomenon might be referred to as "digitalization for sustainability" (DFS).

Furthermore, the increased production of e-waste resulting from digitalization poses significant challenges and issues. These include concerns related to governance, data security, cybersecurity, and social problems such as inequality in infrastructure, internet access, and digital education for end-users. These study topics are still in their early stages of development but are growing rapidly. They emphasize that the expansion of opportunities provided by digital technologies has both positive and negative consequences and that a wider range of new problems arising on a larger and more extensive level will need to be addressed in order to assure authentic digital financial services. The second key aspect might be referred to as "responsible digitalization," which emphasizes the need to guarantee that digitalization occurs in a responsible manner to achieve true sustainability.


Editors: Myriam Ertz, Urvashi Tandon, Shouheng Sun, Joan Torrent-Sellens, Emine Sarigöllü

Publisher: Springer International Publishing




Download The Palgrave Handbook of Sustainable Digitalization for Business, Industry, and Society Here

Part of: Springer Professional "Wirtschaft+Technik" Springer Professional "Technik" Springer Professional "Wirtschaft"


Please check our service, if you need help to publish your article in Scopus, Copernicus or even Sinta journal. 

Komentar

WA ME

WA Chat via WhatsApp

Live Chat

Postingan populer dari blog ini

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis Pendahuluan Publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi merupakan kebutuhan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Salah satu jalur yang paling sering dipilih adalah jurnal yang terindeks di SINTA (Science and Technology Index), yang memberikan peringkat dari SINTA 1 hingga SINTA 6. SINTA 4 berada di level menengah, yang berarti kualitasnya telah diakui secara nasional tetapi belum sampai kategori tertinggi. Masalah yang sering dihadapi penulis adalah biaya publikasi. Tidak sedikit jurnal mengenakan APC (Article Processing Charge) atau biaya pemrosesan artikel. Padahal banyak penulis—khususnya mahasiswa atau peneliti muda—membutuhkan jurnal yang gratis atau tanpa biaya publikasi. Artikel ini menyajikan 10 daftar jurnal SINTA 4 gratis (atau setidaknya open access tanpa APC signifikan), disertai scope, informasi penerbit, dan cara verifikasi. 1. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia (NJPI) Penerbit: Lembaga Sosial Rumah Indonesia beker...

Jurnal Sinta 5 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Pendahuluan Publikasi ilmiah adalah kewajiban bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di Indonesia. Sejak diberlakukannya aturan akreditasi nasional melalui Science and Technology Index (Sinta) oleh Kemdikbudristek, jurnal dibagi dalam enam peringkat: Sinta 1 (paling tinggi) hingga Sinta 6 (paling rendah). Jurnal Sinta 5 menempati posisi menengah-bawah dalam sistem akreditasi, namun tetap terindeks resmi dan diakui untuk keperluan akademik. Publikasi di jurnal Sinta 5 sering menjadi pilihan mahasiswa S1, S2, atau peneliti pemula yang baru memulai karier akademik. Salah satu keuntungan adalah adanya banyak jurnal Sinta 5 gratis yang tidak membebankan biaya publikasi atau article processing charge (APC). Dengan demikian, peneliti bisa menulis, mengirim, dan menerbitkan artikel ilmiah tanpa khawatir soal biaya. Pengertian Jurnal Sinta 5 Gratis Jurnal Sinta 5: Jurnal nasional terakreditasi pada level menengah-bawah yang menunjukkan standar mutu cukup baik, konsistensi terbit, serta sistem edit...

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi Pendahuluan Publikasi ilmiah merupakan syarat penting bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Kenaikan jabatan akademik, kelulusan pascasarjana, hingga pengakuan penelitian seringkali bergantung pada publikasi di jurnal terakreditasi nasional. Untuk itu, pemerintah melalui Kemdikbudristek menyediakan Sinta (Science and Technology Index) sebagai sistem pemeringkatan jurnal. Jurnal terakreditasi diberi peringkat dari Sinta 1 (tertinggi) hingga Sinta 6 (terendah). Walau Sinta 1 dan 2 dianggap lebih prestisius, publikasi di Sinta 3 tetap bernilai tinggi dan sah digunakan untuk penilaian akademik. Menariknya, ada sejumlah jurnal Sinta 3 gratis yang tidak mengenakan biaya publikasi atau article processing charge (APC), sehingga menjadi solusi bagi penulis yang memiliki keterbatasan dana. Pengertian Jurnal Sinta 3 Gratis Jurnal Sinta 3 adalah jurnal nasional yang terakreditasi dengan kualitas menengah ke...

Membuat Grafik di SPSS — Panduan Lengkap

  Pendahuluan Grafik adalah alat visual yang sangat berguna untuk menyajikan data secara cepat dan jelas. Dalam konteks penelitian, pengajaran, atau pelaporan, grafik membantu pembaca memahami pola, distribusi, dan hubungan antarvariabel tanpa harus membaca tabel angka panjang. SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menyediakan berbagai jenis grafik yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan analisis kuantitatif. Artikel ini memberikan panduan langkah demi langkah untuk membuat, memformat, dan mengekspor grafik di SPSS, disertai tips praktis untuk menghasilkan visual yang informatif dan profesional. Mengapa Memilih Grafik di SPSS? SPSS memudahkan pembuatan grafik bagi peneliti yang bekerja dengan dataset besar. Keunggulannya meliputi: Antarmuka grafis yang intuitif (menu Chart Builder dan Legacy Dialogs). Kemampuan untuk menggabungkan statistik ringkasan langsung dalam grafik (misalnya mean, error bars). Opsi kustomisasi yang cukup untuk kebutuhan akademik dan presentasi. I...

Analisis Moderasi di SmartPLS: Panduan Akademik Lengkap untuk Penelitian Kuantitatif

  Pendahuluan Dalam penelitian kuantitatif, hubungan antara variabel tidak selalu bersifat sederhana dan langsung. Pada banyak kasus, kekuatan atau arah hubungan antara variabel independen dan dependen dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang dikenal sebagai variabel moderator . Analisis yang melibatkan variabel moderator menjadi penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan realistis terhadap fenomena yang diteliti. Seiring berkembangnya metode analisis data, pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) semakin banyak digunakan, terutama dalam penelitian sosial, manajemen, pendidikan, dan bisnis. SmartPLS sebagai salah satu perangkat lunak PLS-SEM menyediakan fitur analisis moderasi yang relatif mudah digunakan, namun tetap memerlukan pemahaman konseptual yang kuat. Permasalahan umum yang sering dihadapi mahasiswa dan peneliti pemula adalah kebingungan dalam menentukan jenis moderasi, kesalahan dalam membangun model interaksi, serta ket...