Langsung ke konten utama

Download Indigenous and Tribal Peoples and Cancer

 Although cancer survival has improved markedly in developed countries in recent decades, not all groups have benefited equally. In particular, Indigenous and Tribal peoples continue to have poorer cancer outcomes than their non-Indigenous counterparts. The available evidence suggests these disparities are linked to a complex combination of factors, including higher incidence of cancers associated with a high case fatality, later stage of diagnosis, reduced access to cancer treatment, and poorer overall health. Much research is underway to explore approaches to improving health system responses for Indigenous and Tribal peoples. A developing evidence base is supporting effective translation of knowledge into practice. This book offers a global perspective on this evidence base, written from Indigenous perspectives.

This book is the first comprehensive publication to report on cancer incidence, mortality, prevalence, survival, and inequities for Indigenous and Tribal peoples globally, with the aim of enhancing global efforts to improve outcomes for these populations. Its content and approach are led by Indigenous researchers with international reputations in health and cancer research. Chapters provide important information and data to support Indigenous-specific, targeted cancer awareness and early detection campaigns. This book goes beyond a discussion of the issues and challenges in Indigenous health, with a strengths-based approach to discussing successful health interventions, research projects, research translation, and living well – both with and beyond cancer.

Determinants of Health; Cancer Control Policies; Holistic Health; Cancer Health Disparities; First Nations; Indigenous and Tribal Peoples; Aboriginal Peoples; Cancer Survivorship; Cultural Safety





  • Amanda Bruegl is a citizen of Oneida Nation and is Associate Director of the Education Core for the Northwest Native American Center of Excellence, Associate Professor and Vice Chair for Diversity, Equity and Inclusion in the Department of Obstetrics and Gynaecology at Oregon Health and Science University School of Medicine.
  • Victor and Sophie Bruno are a Nehiyaw (Cree) couple from the Samson Cree Nation #137, Maskwacis, Alberta, Canada. As cultural leaders, they work tirelessly to transfer ancestral knowledge systems within all settings to promote wellbeing and Pimatisiwin (Way of Life).They are dedicated to advancing First Nations cancer research.
  • Jessica Buck is a Kamilaroi woman and an early career postdoctoral researcher in the Brain Tumour Research team at the Telethon Kids Institute. Her research focuses on developing more effective and less toxic treatments for childhood brain cancer, and improving outcomes for Indigenous children with cancer.
  • Amy  Budrikis is a wadjela (non-Indigenous) Research Adviser at Kurongkurl Katitjin, Edith Cowan University. She has a broad range of research interests from language revitalization and historical linguistics to public health and social change. 
  • Meredith  Burgess is a member of the First Nations Cancer and Wellbeing Research Program, the University of Queensland, and project manager for the Pathways to Healthy Hearts after Cancer for All (Healthy Hearts) project. Her research focus span broadly across areas of health equity.
  • Linda  Burhansstipanov (Cherokee Nation) taught at California State University, Long Beach (CSULB) and University of California, Los Angeles (UCLA) full and part-time from 1971 to 1989. She worked for the National Cancer Institute (NCI) and the AMC Cancer Center and founded Native American Cancer Research Corporation, a community-based organization, and Native American Cancer Initiatives, Incorporated, a minority woman–owned business.
  • Tamara Butler is an Undumbi woman and a National Health and Medical Research Council Emerging Research Fellow in the First Nations Cancer and Wellbeing Research Program at the University of Queensland. Her research is focused on improving gynecological cancer outcomes for Indigenous Australians.
  • Tom Calma AO is an Aboriginal Elder from the Kungarakan tribal group and a member of the Iwaidja tribal group whose traditional lands are south west of Darwin and on the Cobourg Peninsula in the Northern Territory of Australia, respectively.
  • Jessica K. Cameron is a Research Fellow at Cancer Council Queensland, with adjunct positions at Queensland University of Technology and the University of Queensland. Her research has involved statistical modeling to reveal health inequalities and communicating the complex and nuanced results to diverse audiences.
  • Nadine R. Caron is a mother, daughter, sister, member of the Sagamok Anishnawbek First Nation, practicing surgeon, Professor (UBC), Senior Scientist (Canada’s Michael Smith Genome Sciences Centre, BC Cancer), First Nations Health Authority Chair in Cancer/Wellness at UBC, and Director of UBC’s Centre for Excellence in Indigenous Health.

Download Download Indigenous and Tribal Peoples and Cancer Here


Please check our service, if you need help to publish your article in Scopus, Copernicus or even Sinta journal. 

Komentar

WA ME

WA Chat via WhatsApp

Live Chat

Postingan populer dari blog ini

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis

10 Daftar Jurnal Sinta 4 Gratis Pendahuluan Publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi merupakan kebutuhan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Salah satu jalur yang paling sering dipilih adalah jurnal yang terindeks di SINTA (Science and Technology Index), yang memberikan peringkat dari SINTA 1 hingga SINTA 6. SINTA 4 berada di level menengah, yang berarti kualitasnya telah diakui secara nasional tetapi belum sampai kategori tertinggi. Masalah yang sering dihadapi penulis adalah biaya publikasi. Tidak sedikit jurnal mengenakan APC (Article Processing Charge) atau biaya pemrosesan artikel. Padahal banyak penulis—khususnya mahasiswa atau peneliti muda—membutuhkan jurnal yang gratis atau tanpa biaya publikasi. Artikel ini menyajikan 10 daftar jurnal SINTA 4 gratis (atau setidaknya open access tanpa APC signifikan), disertai scope, informasi penerbit, dan cara verifikasi. 1. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia (NJPI) Penerbit: Lembaga Sosial Rumah Indonesia beker...

Jurnal Sinta 5 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Pendahuluan Publikasi ilmiah adalah kewajiban bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di Indonesia. Sejak diberlakukannya aturan akreditasi nasional melalui Science and Technology Index (Sinta) oleh Kemdikbudristek, jurnal dibagi dalam enam peringkat: Sinta 1 (paling tinggi) hingga Sinta 6 (paling rendah). Jurnal Sinta 5 menempati posisi menengah-bawah dalam sistem akreditasi, namun tetap terindeks resmi dan diakui untuk keperluan akademik. Publikasi di jurnal Sinta 5 sering menjadi pilihan mahasiswa S1, S2, atau peneliti pemula yang baru memulai karier akademik. Salah satu keuntungan adalah adanya banyak jurnal Sinta 5 gratis yang tidak membebankan biaya publikasi atau article processing charge (APC). Dengan demikian, peneliti bisa menulis, mengirim, dan menerbitkan artikel ilmiah tanpa khawatir soal biaya. Pengertian Jurnal Sinta 5 Gratis Jurnal Sinta 5: Jurnal nasional terakreditasi pada level menengah-bawah yang menunjukkan standar mutu cukup baik, konsistensi terbit, serta sistem edit...

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi

Jurnal Sinta 3 Gratis: Panduan Lengkap + 10 Contoh Jurnal Tanpa Biaya Publikasi Pendahuluan Publikasi ilmiah merupakan syarat penting bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti di Indonesia. Kenaikan jabatan akademik, kelulusan pascasarjana, hingga pengakuan penelitian seringkali bergantung pada publikasi di jurnal terakreditasi nasional. Untuk itu, pemerintah melalui Kemdikbudristek menyediakan Sinta (Science and Technology Index) sebagai sistem pemeringkatan jurnal. Jurnal terakreditasi diberi peringkat dari Sinta 1 (tertinggi) hingga Sinta 6 (terendah). Walau Sinta 1 dan 2 dianggap lebih prestisius, publikasi di Sinta 3 tetap bernilai tinggi dan sah digunakan untuk penilaian akademik. Menariknya, ada sejumlah jurnal Sinta 3 gratis yang tidak mengenakan biaya publikasi atau article processing charge (APC), sehingga menjadi solusi bagi penulis yang memiliki keterbatasan dana. Pengertian Jurnal Sinta 3 Gratis Jurnal Sinta 3 adalah jurnal nasional yang terakreditasi dengan kualitas menengah ke...

Membuat Grafik di SPSS — Panduan Lengkap

  Pendahuluan Grafik adalah alat visual yang sangat berguna untuk menyajikan data secara cepat dan jelas. Dalam konteks penelitian, pengajaran, atau pelaporan, grafik membantu pembaca memahami pola, distribusi, dan hubungan antarvariabel tanpa harus membaca tabel angka panjang. SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menyediakan berbagai jenis grafik yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan analisis kuantitatif. Artikel ini memberikan panduan langkah demi langkah untuk membuat, memformat, dan mengekspor grafik di SPSS, disertai tips praktis untuk menghasilkan visual yang informatif dan profesional. Mengapa Memilih Grafik di SPSS? SPSS memudahkan pembuatan grafik bagi peneliti yang bekerja dengan dataset besar. Keunggulannya meliputi: Antarmuka grafis yang intuitif (menu Chart Builder dan Legacy Dialogs). Kemampuan untuk menggabungkan statistik ringkasan langsung dalam grafik (misalnya mean, error bars). Opsi kustomisasi yang cukup untuk kebutuhan akademik dan presentasi. I...

Analisis Moderasi di SmartPLS: Panduan Akademik Lengkap untuk Penelitian Kuantitatif

  Pendahuluan Dalam penelitian kuantitatif, hubungan antara variabel tidak selalu bersifat sederhana dan langsung. Pada banyak kasus, kekuatan atau arah hubungan antara variabel independen dan dependen dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang dikenal sebagai variabel moderator . Analisis yang melibatkan variabel moderator menjadi penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan realistis terhadap fenomena yang diteliti. Seiring berkembangnya metode analisis data, pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) semakin banyak digunakan, terutama dalam penelitian sosial, manajemen, pendidikan, dan bisnis. SmartPLS sebagai salah satu perangkat lunak PLS-SEM menyediakan fitur analisis moderasi yang relatif mudah digunakan, namun tetap memerlukan pemahaman konseptual yang kuat. Permasalahan umum yang sering dihadapi mahasiswa dan peneliti pemula adalah kebingungan dalam menentukan jenis moderasi, kesalahan dalam membangun model interaksi, serta ket...